"Situasi ekonomi yang ditandai dengan merosotnya nilai rupiah, maraknya pelanggaran hukum, meluasnya kejahatan narkoba dan kriminalitas lainnya, merupakan ujian nyata yang harus dihadapi dengan keteguhan iman dan taqarrub kepada Allah", papar Mahfud MD.
Pada bagian lain, Mahfud MD juga menyatakan bahwa Idul Adha merupakan momentum yang tepat untuk menyembelih atau membuang sifat-sifat kebinatangan (hewani) seperti sifat angkuh, tidak peduli dengan peraturan, sewenang-wenang dan hedonis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai menjadi khotib pada shalat Idul Adha di KBRI Kuala Lumpur yang dihadiri oleh sekitar 2000 WNI yang berada di Kuala Lumpur dan sekitarnya, Mahfud MD juga berkesempatan menyaksikan kegiatan penyembelihan hewan kurban di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Sebanyak 9 ekor sapi kurban dari masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur akan disembelih untuk kemudian dibagikan kepada para siswa-siswi SIKL yang kurang mampu dan beberapa kantong TKI di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Dubes RI untuk Malaysia, Herman Prayitno mengatakan momentum Idul Adha juga bermakna penting untuk mendekatkan jalinan silaturahmi dan menguatkan keberpihakan masyarakat kepada golongan yang kurang beruntung.
(Hbb/Hbb)











































