Usai Evakuasi, Stasiun Juanda Sudah Beroperasi Normal

Usai Evakuasi, Stasiun Juanda Sudah Beroperasi Normal

Mulya Nurbilkis - detikNews
Kamis, 24 Sep 2015 11:24 WIB
Usai Evakuasi, Stasiun Juanda Sudah Beroperasi Normal
Penumpang naik kereta di Stasiun Juanda (Foto: Mulya Nur Bilkis/detikcom)
Jakarta - Benturan 2 KRL di Stasiun Juanda sempat membuat sebagian jalur transportasi bebas hambatan itu lumpuh. Namun setelah evakuasi, Stasiun Juanda kini sudah jadi andalan masyarakat yang ingin salat Idul Adha di Masjid Istiqlal.

Akibat benturan kereta Rabu (23/9) kemarin, banyak penumpang menumpuk di setiap stasiun karena kereta tak datang-datang. Jadwal kereta juga kacau dan terlambat hingga berjam-jam. Pihak KRL sampai mengimbau agar penumpang beralih menggunkan transportasi lain.

Untungnya pagi ini dua kereta yang berbenturan di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat sudah berhasil dievakuasi. Perjalanan kereta yang sempat kacau sudah kembali normal dan warga bisa kembali menggunakan jasa kereta api dengan nyaman tanpa gangguan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang dirasakan oleh Sa'adiah, warga Pasar Minggu. Dia biasa menggunakan kereta untuk beraktivitas. Pagi tadi dia dan 3 orang keluarganya melaksanakan salat Istiqlal di Jakarta Pusat. Jika menggunakan kereta dia bisa naik di Stasiun Pasar Minggu dan turun di Stasiun Juanda lalu berjalan kaki sebentar untuk sampai Masjid Istiqlal. Namun karena masih terlalu pagi yakni pukul 04.10 WIB, Sa'diyah akhirnya menggunakan taksi, apalagi jam segitu dua kereta yang berbenturan belum selesai dievakuasi dan perjalanan kereta masih terganggu.

Sa'diyah (Bilkis/detikcom)


"Biasanya salat dekat rumah. Tapi karena ada keluarga dan mereka mau salat di Istiqlal, ya ayo," ucap Sa'diyah kepada detikcom di Stasiun Juanda, Kamis (24/9/2015).

Setelah salat Id, mereka sempat berkeliling dan berfoto di kawasan masjid. Pulangnya Sa'diyah mendapat informasi perjalanan kereta sudah kembali normal dan dua kereta yang berbenturan sudah dievakuasi.

Dia mengaku senang dan memilih untuk naik kereta tidak naik taksi seperti saat pergi tadi. Menurutnya ini adalah kali pertama dia naik kereta ke Istiqlal. Selain itu alasan Sa'diyah menggunakan kereta karena ongkos yang lebih murah dan praktis.

"Naik kereta juga gampang kok. Saya biasa ke Tanah Abang, Glodok, tapi baru kali ini memang naik kereta untuk ke Istiqlal," ucapnya yang mengenakan jilbab bermodel turban ini.

Tak hanya Sa'diah, ada puluhan warga yang memenuhi stasiun Juanda untuk pulang usai melaksanakan salat Id di Istiqlal. Ada yang bersama keluarga, ada juga yang beramai-ramai dengan teman. Sambil menunggu kereta yang hendak dinaiki, mereka asyik bercengkrama atau sibuk dengan hp masing-masing.

Sebelumnya benturan dua kerata ini berawal saat KRL rute Bogor-Jakarta Kota diseruduk KRL rute yang sama dari belakang di jalur layang peron 2 Stasiun Juanda pukul 15.30 WIB, Rabu (23/9/2015). Penumpang mengalami luka-luka dan seorang masinis terjepit. Mereka semua sudah dievakuasi.

Sejumlah stasiun tidak dioperasikan karena menunggu proses evakuasi dua kereta yang berbenturan di Stasiun Juanda selesai dilakukan. Rute kereta Jakarta Kota - Bogor pun dipusatkan di Manggarai. Perjanan kereta terlambat dan penumpang menumpuk. Untungnya pukul 06.20 WIB evakuasi selesai dan semua telah normal kembali.

Dua KRL benturan (Foto: Agung/detikcom)
(bil/slm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads