Upacara dilaksanakan dengan 2 bahasa, yakni bahasa Batak dan bahasa Indonesia. Upacara adat ini disesuaikan dengan adat di mana Adnan Buyung berasal, yakni Mandailing, Tapanuli Selatan.
Mewakili pihak keluarga, Anwar Nasution membacakan kisah hidup Adnan Buyung. Anwar menyebut, semasa hidupnya, Adnan merupakan sosok suami, ayah, kakek dan abang yang baik dan penuh perhatian, gigih dan dapat diandalkan untuk membela kebenaran dan pihak yang tertindas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Anwar juga menceritakan perjuangan Adnan dalam masa Orde Baru. Kisahnya mendirikan LBH Jakarta yang penuh perjuangan juga diceritakan.
Setelah Anwar, sambutan disampaikan oleh menantu dan perwakilan tetua adat. Suasana penuh haru mendengarkan sambutan yang disampaikan oleh para perwakilan keluarga dan kerabat.
Setelah selesai upacara adat, akan dilanjutkan dengan upacara resmi penyerahan jenazah kepada pemerintah. Selanjutnya jenazah Adnan Buyung akan dibawa ke TPU Tanah Kusir dengan pengawalan resmi. (kff/tor)












































