Syahdunya WNI Salat Id di Adelaide, Kurban Dikirim ke Indonesia

Jelajah Australia

Syahdunya WNI Salat Id di Adelaide, Kurban Dikirim ke Indonesia

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Kamis, 24 Sep 2015 08:15 WIB
Syahdunya WNI Salat Id di Adelaide, Kurban Dikirim ke Indonesia
Foto: Nograhany Widhi K
Adelaide - Masyarakat Islam Indonesia di Australia Selatan (MIIAS) menggelar salat Idul Adha di Adelaide. Kurban mereka kirimkan ke Indonesia.

Suara takbir bertalu-talu berkumandang melalui speaker di Tonsley Campus Flinders University,Β  Adelaide, Australia Selatan. Mayoritas muslim WNI di Australia Selatan, beberapa muslim dari Asia lain dan Timur Tengah tampak berbondong-bondong mengikuti salat Id yang dimulai pukul 08.30 waktu setempat, Kamis (24/9/2015).

Dari saf paling depan, tampak Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan Konsul Jenderal RI untuk New South Wales,Β  Queensland dan South Australia,Β  Yayan GH Mulyana. Kedatangan mereka sempat diumumkan MC sebagai tamu istimewa dalam salat Id kali ini.

Salat berlangsung dengan lancar diimami Ustad Junaidi, dilanjutkan ceramah oleh khatib Ustad Komari. Setelah khatib selesai berceramah, para muslim yang mengikuti salat bersilaturahmi sambil menikmati hidangan yang disediakan MIIAS seperti opor ayam, gulai daging, lontong, dan buah-buahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ada penyembelihan hewan kurban di Australia. Mayoritas WNI berkurban online atau mengirimkan uang ke Indonesia untuk dibelikan kurban.

Hal tersebut dijelaskan oleh Co-Coordinator Salat Idul Adha MIIAS, Arham Mauriyat.

"Kalau di sini sebagian menitipkan pada organisasi namanya Human Appeal. Sistemmya disediakan kupon seharga AUS $120 untuk seekor seekor domba atau kambing, untuk disembelih, dibagikan ke dareh penerima termasuk Indonesia, Malaysia dan negara lain yang berhak menerima," tutur pria yang sedang mengambil Master bidanh TESOL untuk guru bahasa Inggris di Flinders University.

Kurban via online itu, imbuhnya,Β  lantaran masyarakat Australia sudah makmur, sehingga tak ada yang membutuhkan daging kurban.Β  Selain itu, aturan penyembelihan hewan di Australia sangat ketat.

Sedangkan untuk acara salat Id ini, Arham mengaku persiapannya sangat cepat. Pemerintah South Australia dan Flinders University sangat mendukung penyelenggaraan salat Id hingga mereka diberikan izin.

"Alhamdulillah di sini orang Indonesia sangat guyub jadi kami tidak terlalu banyak lendala. Kita dapatkan tempat ini tanpa kesulitan berarti. Persiapan tempat dan sebagainya, sebulan. Urus perizinan cukup cepat.Tempat ini kami siapkan dari malam, sound system dan sebagainya. Setiap acara memang ada konsumsi gratis dari MIIAS," jelasnya.

Usai salat Id dan bersilaturahmi,Β  aktivitas dilakukan seperti biasa karena pada hari Idul Adha ini tak menjadi hari libur di Australia. (nwk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads