Tenaga Kesehatan, Berusaha Maksimal Walau Fasilitas Minimal

Haji 2015

Tenaga Kesehatan, Berusaha Maksimal Walau Fasilitas Minimal

Gagah Wijoseno - detikNews
Kamis, 24 Sep 2015 01:08 WIB
Tenaga Kesehatan, Berusaha Maksimal Walau Fasilitas Minimal
Foto: Gagah Wijoseno
Jakarta - Sekurang-kurangnya 48 jam tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan pendukung lainnya bekerja melayani jemaah di Arafah. Mereka bertugas sejak jemaah pertama kali tiba sampai jemaah terakhir berangkat ke Muzdalifah.

"Kami nanti berangkat ke Muzdalifah sekitar jam 2 pagi. Setelah semua pasien dipindahkan," tutur Koordinator BPHI Arafah dr Agus Hidayat di Arafah, Rabu (23/9/2015).

Klinik BPIH terletak di tenda yang bisa memuat kurang lebih 12 pasien. Akibatnya saat terjadi lonjakan pasien saat matahari tengah terik-teriknya mereka harus memanfaatkan tenda tempat petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pukul 13.30 waktu setempat listrik pun mati. Situasi sedikit hectic saat semua alat yang menggunakan asupan listrik ikut mati.

"Memang ada seperti kebijakan dari Arab Saudi untuk mematikan listrik sebentar pada siang hari. Bahkan sinyal HP juga hilang mendadak. Alasannya agar jemaah bisa wukuf dengan khidmat," kata Agus.

Petugas harus membuka sisi tenda supaya udara tidak pengap karena penyejuk ruangan mati. Perawat mengipasi pasien dengan alat seadanya, bahkan dengan potongan karton, semua dilakukan manual.Β  Alat bantu pernapasan dipompa dengan tangan.

Apakah tidak ada generator?

"Tidak bisa itu dilarang dibawa. Tabung-tabung gas, oksigen juga dilarang. Soalnya takut meledak terus kebakaran, tuturnya.

Total ada 116 kampung tenda jemaah haji Indonesia. Dengan luas area yang besar dan jemaah yang banyak hanya ada 3 ambulans yang beroperasi.

Tiga ambulans itu yang menjemput jemaah dari maktab ke BPHI, BPHI ke RS Arab Saudi, dan keadaan darurat lainnya. Kenapa tidak ditambah?

"Yang bisa masuk hanya ada stiker. Nah, kita terbatas soal stiker itu," ujarnya.

Terjadi peningkatan signifikan pada sore hari. BPHI sampai menambah 4 posko tambahan untuk merawat jemaah yang sakit.

Tenaga dokter, perawat, dan unit pendukungnya terus bekerja tanpa mengenal waktu untuk melayani jemaah. Bagi mereka, keterbatasan bukan alasan untuk tidak bisa maksimal melayani jemaah. (gah/bag)


Berita Terkait