"Nama Adnan Buyung itu legenda. Menyebut nama itu identik dengan pendekar hukum. Saya mengenal Bang Buyung sejak mahasiswa dan berteman karena dia dekat dengan aktivis. Tanpa dia saya mungkin tidak jadi advokat. Saya jadi advokat karena terinspirasi Adnan," ujar Henry.
Hal itu disampaikannya usai melayat Adnan Buyung di rumah duka, Jl Poncol Lestari No 7, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2015). Henry juga selalu terkenang ajaran Adnan Buyung untuk senantiasa membela kaum kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ajaran almarhum ketika menjadi advokat perusahaan jangan terbentur dengan buruh dan rakyat kecil terkait sengketa tanah. Kalau kita lihat para advokat berkarakter sekarang sebagian besar itu kader dari Adnan. Advokat berkarakter 99 persen ajaran dari Bang Buyung," lanjutnya.
"Beliau seorang pendekar penegak hukum yang konsisten. Kita doakan, nanti di kemudian hari akan muncul Adnan Buyung berikutnya," imbuh politisi PDIP tersebut.
Selain Henri, datang pula anggota Komisi III DPR Trimedya Pandjaitan. Dia mengenal Adnan Buyung semasa masih di Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
"Kita kan anak buahnya dulu. Kenal Bang Buyung dari zaman saya di LBH. Dia itu orangtua dan guru yang mendidik kita. Dia bisa membuat kita tahu di mana kekeliruan kita. Gue nggak bisa jadi kayak hari ini, kalau bukan karena dia," kata Trimedya.
Ada salah satu momen yang paling dikenangnya. Saat itu, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pun sempat meminta bantuan hukum Adnan Buyung.
"Peristiwa Gambir, 27 Juli. Gue di LBH, ada Bang Buyung. Saat itu Bu Mega minta bantuan Bang Buyung. Terus saya di minta Bang Buyung ke sana," terangnya.
(aws/jor)











































