"Tugas polisi melakukan pendekatan dengan masyarakat, wajahnya bisa macam-macam, bisa berikan pengobatan gratis, macam-macam. Polisi tugasnya jaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tidak harus nangkap-nangkap saja tapi melakukan langkah-langkah pendekatan. Banyak hal yang bisa diselesaikan dengan langkah-langkah persuasif, tidak hanya represif," jelas Kapolda Irjen Tito di lokasi, Rabu (23/9/2015).
Selain di Kampung Pulo, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya juga memberikan hewan kurban di beberapa tempat, seperti di lokasi rawan tawuran di Johar Baru, Menteng Tenggulun, Manggarai. Pemberian hewan kurban ini diprioritaskan untuk masyarakat kelas bawah.
Kapolda Metro Jaya menyumbang hewan kurban (Amel/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda sempat menyinggung masalah relokasi di Kampung Pulo sebulan lalu. Ia berharap, peristiwa tersebut tidak membuat permusuhan warga dengan aparat polisi dan pemerintah.
"Tapi ini untuk memperbaiki problem bertahun-tahun di Jakarta yang gak selesai, yaitu banjir. Salah satunya adalah dengan normalisasi kali. Mudah-mudahan nanti gak kena banjir lagi," imbuhnya.
Suasana di lokasi begitu mencair ketika Kapolda melontarkan candaan terhadap warga Kampung Puulo. "Kalau dulu orang mau kirim paket diantar ke Kampung Pulo di pinggir kali masuk ke gang, kurirnya bingung. Sekarang kirim paket dari kampung ke Apartemen Jatinegara Barat Tower A lantai 16B, keren sudah itu," ucap Kapolda yang disambut gelak tawa.
"Jadi kita ingin menunjukkan bahwa kami pemerintah diwakili polis ini bukan musuh dari warga. Kita berupaya lakukan pembenahan maslah meski timbul masalah sosial setelah itu,"imbuhnya.
Ada 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang disumbangkan pihak Polda Metro Jaya, yang diterima secara simbolik oleh Habib Soleh Idrus, tokoh setempat. Kedatangan Kapolda ke Kampung Pulo disambut Imam FPI DPD DKI Habib Muchsin Al'atas. (mei/hri)











































Kapolda Metro Jaya menyumbang hewan kurban (Amel/detikcom)