Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Puwo Nugroho menjelaskan, berdasarkan evaluasi hingga hari ini Selasa (22/9) sekitar pukul 20.00 WIB, kondisi hotspot atau titik api kebakaran hutan, sudah mulai menurun. Kondisi yang membaik itu terlihat di wilayah Riau, Pekanbaru dan beberapa wilayah di Sumatera Selatan.
"Kondisi saat ini, di wilayah titik hotspot kondisinya mulai menurun, kondisi ini terjadi dikarenakan turunnya hujan dan upaya-upaya yang telah dilakukan," ujar Sutopo, di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (23/9/2015).
Meski telah menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas penurunan, masih ada kendala yang perlu dihadapi selama operasi pemadaman asap kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu operasi tim gabungan ini akan terus ditingkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski sudah menurun, tapi ada kendala-kendala seperti pembakaran hutan yang tetap marak terjadi ditambah api lama yang hidup kembali," papar Sutopo.
"Untuk itu selama 30 hari operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tim gabungan akan terus berupaya hingga deadline sekitar pertengahan bulan oktober," lanjut Sutopo menjelaskan.
Untuk mendukung upaya-upaya pemadaman, BNPB juga terus mengoptimalkan tim pesawat Casa untuk menyemai garam dalam upaya menciptakan hujan buatan di sekitar lokasi. "Setiap ada bibit awan baru yang terbentuk segera kita kerahkan tim Casa untuk menyemai garam sehingga dapat langsung mengerahkan awan dan menjadi hujan buatan," pungkasnya.
(faj/faj)