Sekitar 800 warga Muhammadiyah sudah berkumpul di halaman Perguruan Muhammadiyah, Setiabudi, Pamulang, sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (23/9/2015). Mereka memadati halaman sekolah baik wanita juga pria membawa alas sajadah dan koran.
Berlaku sebagai khatib wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten Dr M Syamsuddin. Dalam khutbahnya, penceramah menyinggung soal penyelenggaraan Idul Adha yang berbeda hari. Menurutnya, warga Muhammadiyah harus mengetahui alasan mengapa ikut salat Id hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Boleh jadi kita masih berpikir-pikir untuk berkorban karena ingin membelikan HP untuk anak kita, yang boleh jadi harganya lebih mahal dari harga kambing," ucapnya yang menyertakan dalil al-Quran dalam khutbahnya.
Selain di Pamulang, salat Idul Adha juga digelar di lapangan atau tanah kosong di Jl Purnawarman, Ciputat yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Cabe Ilir. Hadir sekitar 300 jamaah warga Muhammadiyah yang tinggal sekitar Ciputat.
Bertindak sebagai penceramah dosen UIN Syarif Hidayatullah DR Muhbib Abdul Wahab. Khatib memaparkan tentang kurban sebagai aktualisasi tauhid dan kesalehan sosial. Kisah Nabi Ibrahim juga turut dipaparkan dalam khutbahnya.
![]() |
"Al-Quran mengisahkan bahwa Ibrahimlah Nabi yang secara terbuka berani melakukan kritik terhadap orang tuanya yang sesat karena membuat dan sekaligus menuhankan berhala-berhala ciptaanya sendiri," ucap khatib.
Selain dua tempat di atas, salat Idul Adha di Tangerang Selatan juga digelar di Serpong, dan tempat lainnya. Pelaksanaan salat Idul Adha berlangsung tertib dan khusyu dengan pengawasan polisi di jalan depan. (bal/dra)











































