"Jadi itu benar undangan dari Majelis Shura atau Parlemen Arab Saudi, tetapi atas nama Raja Salman bin Abdulazis," kata Konsulat Jenderal RI Jeddah Dharmakirtiy S Putra kepada detikcom, Selasa (22/9/2015).
Dharma kemudian menjelaskan bahwa memang setiap undangan dari Raja Salman selalu diteruskan lewat lembaga lain. Lembaga yang mengirimkan undangan tersebut merupakan mitra dari yang diundang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dari parlemen ada pula undangan yang ditembuskan lewat Liga Islam atau Rabithah. Dharma menambahkan bahwa Rabithah juga sering menyampaikan undangan kepada tokoh-tokoh muslim dunia.
"Mengenai undangan itu sudah jelas dan tidak perlu dipertentangkan. Semua undangan adalah undangan Raja Salman yang disalurkan melalui masing-masing instansi dan lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah. Termasuk kedutaan besar Arab Saudi di luar negeri. Semua tamu undangan tersebut setibanya di Arab Saudi dan selama melaksanakan ibadah haji otomatis menjadi tamu Raja Salman," tutur Dharma. (bag/rvk)











































