Kementerian BUMN Bantah Tuduhan Masinton Soal Suap RJ Lino ke Rini

Kementerian BUMN Bantah Tuduhan Masinton Soal Suap RJ Lino ke Rini

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 22 Sep 2015 21:21 WIB
Kementerian BUMN Bantah Tuduhan Masinton Soal Suap RJ Lino ke Rini
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Politikus PDIP Masinton Pasaribu menuduh Dirut Pelindo II RJ Lino menyuap Menteri BUMN Rini Soemarno dengan perabotan rumah senilai Rp 200 juta. Kementerian BUMN pun membantah tuduhan tersebut.

"Tidak benar bahwa Ibu Menteri menerima perabot rumah tangga seperti dituduhkan," ujar Kepala Bagian Komunikasi Publik Kementerian BUMN, Teddy Poernama dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (22/9/2015).

Masinton menyebut perabotan itu diberikan untuk rumah dinas Menteri BUMN. Barang-barang itu terdiri dari sofa 3 dudukan senilai Rp 35 juta dan sofa 1 dudukan senilai Rp 25 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini Menteri BUMN tidak pernah tinggal di kediaman resmi Jalan Widya Chandra IV. No 15 Jakarta Selatan. Rini Soemarno selama ini tinggal di kediaman pribadi. Sedangkan rumah jabatan dijadikan tempat aktivitas para anggota Darma Wanita KBUMN dan Ikatan Isteri Pimpinan BUMN (IIP BUMN) yang diselenggarakan sewaktu-waktu (tidak sehari hari). Menteri BUMN adalah pembina kedua organisasi tersebut," kata Teddy.

Tetapi Teddy mengakui bahwa memang ada 15 lukisan karya istri Lino, Betty, yang dipajang di rumah tersebut. Teddy kemudian menekankan bahwa seluruh perabot yang ada di dalamnya merupakan milik negara.

Rumah tersebut diserahterimakan dari mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan kepada Rini per 20 Oktober 2014. Tetapi memang sejak Dahlan menjabat dari tahun 2012 hingga berakhir masa jabatan rumah itu tak pernah ditempati.

"Karena itulah rumah terasa kosong dan hampa, minus dekorasi seperti lukisan misalnya. Melihat hal tersebut Nyonya Lino dalam kapasitasnya sebagai ketua Ikatan Isteri Pimpinan BUMN yang mempunyai hobi melukis berinisiatif memajang lukisan karyanya agar ruangan terlihat lebih asri," jelas Teddy.

Betty juga disebut menempatkan satu set sofa dan beberapa perabotan lain di rumah tersebut. Itu dilakukan sekitar bulan Maret 2015.

"Pada Bulan itu  pengadaan sofa baru  masih dalam proses lelang. Baru beberapa pekan kemudian secara bertahap rumah dinas itu dipenuhi furniturnya. Sofa dan peralatan lainnya akan dikembalikan kepada Pelindo II mengingat statusnya sebagai barang inventaris Pelindo II," kata Teddy.  (bag/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads