"Kemungkinan besar (penyebabnya) dari panasnya matahari karena tumpukan sampah itu kalau kita simpan di dalam truk terbuka saja tetap hawa panas kalau didiamkan seminggu apalagi tebing ini sudah kedalamannya atau ketinggiannya sudah 10 meter lebih," kata Syarief saat ditemui detikcom di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2015).
Menurut Syarif api di tempat pembuangan sampah itu sudah terlihat pada pukul 10.00 WIB Selasa pagi. Awalnya hanya kecil disertai kepulan asap. Jam 15.00 WIB api mulai membesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama dikatakan oleh Kepala Pleton Pemadam Kebakaran Kecamatan Pasar Minggu Sugianta.
"Tumpukan sampah itu kan panas saja maka akan jadi bara saja. Bara karena tidak teratasi akan menjadi penyewaan dan api membesar. Kalau tumpukan sampah itu faktornya banyak. Di bawah itu kan ada gas. Bila sampah itu didiamkan gasnya bisa menjadi penyawaan dan apinya membesar," kata Sugianta.
Api awalnya berasal dari tumpukan sampah sebelah kanan kemudian merembet mengitari tebing tempat sampah. Saat ini di bawah tumpukan masih ada bara api. Sementara di bagian atas tumpukan sampah tinggal sisa kebakaran saja.
Sebanyak 4 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Akibat dari pemadaman api tersebut, lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Api dari pembakaran sampah itu menimbulkan asap membubung.
"Asapnya besar sehingga mengganggu lalu lintas juga. Namanya sampah kalau dibakar kan asapnya banyak. Sekarang arah ke sana jadi tersendat karena jalannya juga sempit," kata ujar petugas piket Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan Usman saat dihubungi detikcom, Selasa (22/9/2015).
(erd/erd)











































