Masinton menyebut Rini menerima suap berupa perabotan senilai Rp 200 juta untuk rumah dinas menteri. Dia juga membawa bukti berupa dokumen fotokopian saat melaporkan ke KPK.
"Saya ketawa saja, ini urusannya apa?" kata Rini saat menanggapi tuduhan tersebut, Selasa (22/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti kementerian saja yang akan memberikan press release itu," imbuh Rini.
Masinton menyambangi KPK bersama dengan para karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang merupakan anak perusahaan Pelindo II. Masinton menyerahkan kepada KPK untuk menindaklanjuti laporannya itu.
Mengenai tuduhan suap ini RJ Lino juga sudah menanggapi. Lino pun membantah bahwa dirinya menyuap Rini dengan perabotan senilai Rp 200 juta.
"Ini kan kerjaan orang-orang yang bikin isu enggak jelas!" kata Lino saat dikonfirmasi terpisah.
Sementara itu ini bukan kali pertama Masinton 'menyerang' Rini. Dahulu dia pernah menyebut Rini sebagai salah satu dari 'trio singa' yang menghambat kinerja Presiden Jokowi.
"Kalau pendapat dari antara kader-kader, (yang kurang) Menteri BUMN (Rini Soemarno)," kata Masinton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4). (bag/faj)











































