Bonari Hasanuddin (54), begitu pria itu mengaku saat ditanya identitasnya oleh petugas haji. Di pergelangan tangannya tidak ada gelang pengenal yang menunjukkan kalau Bonari adalah jemaah furoda. Dia masih mengenakan pakaian ihram dan membawa tas selempang warna hijau.
"Visa umal (visa kerja-red). Bukan visa haji," tuturnya, Selasa (22/9/2015), dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ikut saja sama travel," tuturnya saat ditanya kenapa nekat berangkat walaupun visa yang diperolehnya bukan visa haji.
Total uang yang dikeluarkan Bonari Rp 112 juta untuk dia beserta istrinya. Namun belakangan istrinya terpaksa ditinggal karena tidak mendapat visa. Kelebihan uangnya tidak dikembalikan lagi ke Bonari, tak juga diberi living cost oleh agen travelnya.
Setelah menunggu 3 tahun, Bonari akhirnya bisa sampai di Makkah. Namun dia tidak ingat tinggal di penginapan apa dan di mana, yang Bonari tahu dia harus berbagi kamar dengan 5 orang kawannya dan tidur di kasur yang dihamparkan di karpet.
Sambil menunggu perwakilan travel Al Arafa Al Hukama yang membawanya, Bonari bercerita bagaimana dia bisa terpisah dari 3 kawannya usai umroh di Masjidil Haram.
"Saya sa'i sudah selesai lantas cukur. Kita jalan sama-sama. Saya di depan. Kawan di belakang. Pas nengok belakang terus hilang, nggak ada. Saya cari bingung. Tengok terminal tak ada," tuturnya.
![]() |
Petugas yang menemukan Bonari mengantarkannya ke Kantor Daker. Butuh waktu kurang dari 4 jam sampai dia dijemput 3 orang dari biro travel tak berizin sekitar pukul 3 dini hari..
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daker Makkah Letkol Jaetul Muchlis Basyir meminta kepada Rojali yang mewakili travel agar memperhatikan hak jemaah yang dibawanya. Rojali mengaku membawa 36 orang jemaah furoda untuk berhaji pada tahun ini.
"Jangan sampai ditelantarkan. Berikan hak-haknya. Bapak ini sudah bayar mahal untuk bisa ke sini. Tolong dijaga baik-baik ya," pesan Muchlis yang menemani Bonari dari datang sampai pergi.
Bonari tampak sumringah bertemu kawan-kawannya. Setelah pamit dia pergi sambil membawa pulang makanan cepat saji Al Baik yang dari tadi belum disentuhnya.
Karena Bonari cs tidak berangkat melalui jalur resmi maka mereka tidak mendapatkan hak-hak jemaah haji pada umumnya.Mereka harus mencari penginapan, katering, dan transportasi sendiri. (gah/hri)












































