Ini Strategi Menristek Dikti Sambut MEA 2015

Ini Strategi Menristek Dikti Sambut MEA 2015

Apriasih - detikNews
Selasa, 22 Sep 2015 15:06 WIB
Ini Strategi Menristek Dikti Sambut MEA 2015
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menjelang diberlakukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 31 Desember 2015, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya, kata Menteri Ristek Dikti M Nasir, adalah dengan mendorong perguruan tinggi mencetak tenaga kerja yang berkualitas.

Langkah kedua adalah dengan melakukan inovasi dengan didukung riset kelembagaan dan sumber daya yang kuat. "Inilah strategi menghadapi MEA, peran perguruan tinggi membangun berdasarkan kebudayaan," kata M Nasir kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam seminar nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia di kampus UMB, Meruya, Jakarta Barat, Selasa (22/9/2015).

Menurut Nasir, dulu pengembangan perguruan tinggi fokus pada pemerataan. Tahun ini kementerian berusaha mendorong mutu yang ditargetkan pada 2019 nanti ada 5 perguruan tinggi Indonesia yang masuk 5 besar kelas dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar semua harapan itu tercapai, kata Nasir, perlu ada perbaikan pada Badan Akreditasi Nasional perguruan tinggi khususnya mengenai review perguruan tinggi.

Sementara Rektor Universitasa Mercu Buana Arissetyanto Nugroho mengatakan saat MEA diberlakukan, tenaga kerja Indonesia siap bersaing. Bahkan dia yakin Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi kekuatan ekonomi 5 terbesar di dunia.

"Bonus demografi bisa dimanfaatkan secara optimal maka tidak menutup kemungkinan target Indonesia menjadi kekuatan ekonomi 5 terbesar dunia pada tahun 2030. Pada tahun 2030 Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita 22.500 dollar Amerika Serikat" kata Arissetyanto Nugroho di kesempatan yang sama.

MEA mencakup sejumlah kesepakatan yang termuat dalam Mutual Recognition Agreements (MRA). Di dalam MRA tersebut membuka peluang sejumlah profesi seperti insinyur, dokter, pekerja media, dan akuntan bisa membuka praktik dan bekerja di seluruh negara anggota ASEAN.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads