"Perlu saya jelaskan kalau Agustus lalu saya ke New York dan di pemberitaan sudah banyak dimuat kalau MNC Group bidang properti kerja sama dengan Trump International," kata Hary Tanoe mengawali penjelasan kepada wartawan di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Hary mengisahkan dirinya sempat bertemu dengan Trump di kantornya di Trump Tower jauh hari sebelum pimpinan DPR bertemu Trump. "Tentu kepergian anggota DPR ke Amerika tidak ada kaitannya sama sekali dengan bisnis MNC," kata Hary.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Singkat cerita, ketika lunch time rencana awal itu 5 menit, sesuai dengan rencana yang diberikan waktu 5 menit itu di kantor Donald Trump, itu pun saya menyiapkan rencana tersebut, selanjutnya serahkan dengan duta besar untuk follow up. Sehingga keterlibatan saya hanya cuma mampu di situ," paparnya.
Setelah pertemuan itu Hary tahu dari berita yang menyebar luas bahwa Trump menggelar konferensi pers terkait dengan pencapresannya. Kemunculan Novanto dan Fadli serta anggota delegasi lain di acara inilah yang kemudian jadi kontroversi.
"Yang saya lihat pemberitaan press conference Trump turun ditunggu pendukungnya dan itu announcement antara mereka. Permasalahannya segitu sederhana keterlibatan saya karena adanya waktu yang sebentar saya coba menghubungkan, follow up-nya mereka sendiri melalui dubes," kata Hary.
Hary kemudian meluruskan Trump belum capres karena Partai Republik belum memutuskan capres yang bakal diusungnya untuk Pilpres AS. "Apakah itu proses kampanye juga belum karena belum pemilihan presiden Amerika," katanya.
"Jadi kalau dikonfirmasi kepada Pak Setya Novanto saya kira ceritanya akan sama, dan dikonfirmasi juga kepada Pak Fadzli Zon juga sama. Selama di sana saya tidak komunikasi dengan Pak Fadli Zon, saya hanya komunikasi dengan Setya Novanto. Kurang lebih ceritanya seperti itu," paparnya.
(van/nrl)











































