"Dia kan punya pengalaman, Ahok dulu calon independen. Nggak dapat kumpulin KTP dicalonkan Gerindra. Dia harusnya terima kasih ke Gerindra karena pengalaman kumpulkan KTP nggak gampang. Dulu setahun dia cuma 100 ribu KTP," cerita Riza Patria kepada detikcom, Selasa (22/9/2015).
Riza saat Pilgub DKI tahun 2012 menjadi calon wakil gubernur bersama Hendardji Soepandi lewat jalur independen. Saat itu dia mengumpulkan 600 ribu KTP dalam setahun lebih, namun gagal di Pilgub melawan Jokowi-Ahok.
Sebelum berpasangan dengan Jokowi, Ahok diketahui pernah bergerilya mengumpulkan KTP untuk maju sebagai cagub DKI secara independen.
"Nggak gampang itu, dan orang yang sudah kumpulin KTP, pada hari H belum tentu memilih. Bisa sakit, tidak hadir, ini itu. Banyak masalahnya," ucap pimpinan komisi II DPR itu.
Terkait pencalonan dari Gerindra untuk Pilgub DKI, Riza sudah mengatakan tidak akan mencalonkan lagi Ahok. Dia meyakini masih banyak tokoh yang bisa dicalonkan untuk memimpin DKI-1.
"Nanti yang diusung Gerindra pasti menang. Kader-kader Gerindra ada di DPD, DPP. Ada juga nama Sandiaga Uno, Adyaksa Dault, Biem Benjamin, bisa saya, dari DKI ada Taufik, Sanusi," papar mantan cawagub DKI tahun 2012 itu.
Β
"Kita ingin cari calon terbaik dari partai. Tentu partai memberi kesempatan semua kader yang akan maju kami persilakan," imbuh wakil ketua komisi II itu.
Riza sendiri turut hadir dalam deklarasi pencalonan Adhyaksa Dault pada Minggu (20/9) lalu. Apakah itu dukungan untuk Adhyaksa?
"Saya diundang. Semua kalau kita undang hormati yang mengundang. Kalau Gerindra belum putuskan, bisa Adyaksa, Sandiaga sama nama-nama tadi," jawab Riza.
"Silakan kader-kader partai mencalonkan atau membantu pencalonan kader terbaik. Tapi ketika partai putuskan nama, maka seluruh kader patuh, tunduk dan perjuangkan calon yang diputuskan partai," tegasnya. (bal/tor)











































