"Tadi Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenalkan diri, kepengurusannya yang baru pada presiden. Tadi dipimpin Pak Haedar (Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir) dan menyampaikan hasil muktamar Muhammadiyah yang ada beberapa hal yang penting," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2015).
Berbagai persoalan juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya soal pendidikan. Muhammadiyah juga memberikan beberapa masukan untuk Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Pratikno, Muhhamdiyah memberikan masukan bagaimana memaksimalkan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia. Upaya itu tentu harus bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.
"Bagaimana kita mengoptimalkan kekayaan SDA yang kita miliki semaksimal mungkin untuk kesejahteraan umat. Dan beberapa isu lain misalnya toleransi dan juga bagaimana kita mengedepankan untuk pendidikan moralitas. Itu hal yang dibicarakan," kata Pratikno.
Sementara itu, ormas saya Muhammadiyah, Aisyiyah juga menyampaikan beberapa programnya ke Jokowi. "Terutama pembinaan keluarga UMKM di grass root dan bagaimana meningkatkan pendidikan bagi anak-anak. Itu prioritas programnya," katanya. (jor/mok)











































