Rombongan DPR yang berangkat ke tanah suci adalah Ketua DPR Setya Novanto beserta istri, Wakil Ketua DPR Fadli Zon beserta istri, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (sebagai Ketua Pengawas Haji), Ketua F-PKS Jazuli Juwaini, serta Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf. Rombongan akan berada di Tanah Suci selama sepuluh hari puncak haji berakhir.
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan bahwa undangan naik haji untuk Ketua DPR Setya Novanto dkk berasal dari Raja Arab Saudi. "Pak Novanto dan pimpinan yang lain yaitu Pak Fadli dan Pak Fahri mendapatkan undangan khusus dari Raja Saudi. Masa kalau diundang dipermasalahkan? Itu legal dan bisa dihadiri," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Undangan resmi dari Raja ke pimpinan DPR. Tidak disebutkan berapa orangnya (dalam rombongan)," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Namun demikian pandangan berbeda disampaikan KJRI Jeddah. KJRI Jeddah menyebut bahwa undangan untuk Novanto cs datang dari parlemen Arab Saudi.
"Benar, Ketua DPR plus 5 (orang-red) berhaji atas undangan Majelis Shura (parlemen) Arab Saudi. Beliau mendapat pelayanan dari Royal Protokol termasuk transportasi dan akomodasi di Guest House," ujar Konsulat Jenderal RI Jeddah Dharmakirtiy S Putra kepada detikcom, Selasa (22/9/2015).
Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sering mendapatkan undangan tersebut. Ketua DPR periode sebelumnya juga pernah diundang. "Kalau tidak salah, bisa dicek mungkin saya salah, Pak Marzuki Ali selaku Ketua DPR juga pernah diundang," imbuh Dharmakirtiy.
Walaupun siapa pengirim undangannya ada dua versi namun Novanto cs tak terganggu. Rombongan pimpinan DPR telah mengunjungi sejumlah tempat perhajian, menengok korban crane, hingga menemui petugas haji dan ulama Arab Saudi. (van/nrl)











































