Jimly mengatakan, dirinya dipanggil Presiden untuk menjelaskan soal persiapan pilkada serentak yang akan digelar akhir tahun ini.
"Ya, saya diminta info penjelasan mengenai persiapan pilkada serentak dari sudut pandang DKPP. Kebetulan kami juga kan sudah keliling seluruh Indonesia, mempersiapkan integritas para penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu," ujar Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi saya yakinkan bahwa Pileg serentak 2014 itu jauh lebih kompleks, karena caleg-caleg itu kan jadi aktor pemain sendiri-sendiri dan itu juga serentak di semua titik seluruh Indonesia. Sedangkan untuk pilkada ini 269, jadi kita sudah punya pengalaman, meskipun kita tidak boleh menganggap enteng. Karena emosi para pendukung dalam pilkada ini memang lebih kuat, sehingga kita tidak boleh anggap enteng," jelasnya.
Jimly melanjutkan, hari ini dirinya juga diundang Polri untuk memberikan pengarahan bagi Intelkam Polri. "Saya diundang Intelkam Polri untuk memberikan pengarahan mengenai kesiapan dukungan Intelkam Polri dalam rangka pilkada serentak," katanya.
"Itu secara umum, di samping kan saya sering memberi masukan juga dalam hal di luar bidang saya juga, kadang-kadang kasih masukan lewat SMS. Alhamdulilah Presiden tetap menyempatkan diri baca masukan-masukan," tambahnya. (jor/hri)











































