Menurut keterangan tertulis dari KBRI Washington DC, Selasa (22/9/2015) Jokowi dan Obama akan membicarakan mengenai isu global, termasuk mempromosikan toleransi beragama serta Islam moderat melawan radikalisme dan kekerasan ekstremisme. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dan berpenduduk muslim terbesar, Indonesia dinilai sukses menjadi panutan bertoleransi.
Selain itu Jokowi dan Obama akan membicarakan tentang bagaimana investor AS bisa menanamkan modal di Indonesia. Kerja sama di bidang pertahanan, maritim dan energi baru juga akan dibahas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan harinya Jokowi akan bertolak menuju San Francisco untuk pertemuan dengan para pemimpin komunitas bisnis dan universitas. Ini akan menjadi kunjungan Jokowi ke AS untuk pertama kalinya sebagai kepala negara.
Sebelumnya Menlu RI Retno LP Marsudi sudah bertemu dengan Menlu AS John Kerry untuk membahas persiapan pertemuan ini. Retno juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari ini pukul 11.00 waktu AS di The Woodrow Wilson International Center for Scholars.
"Saya beruntung saya menjadi bagian dari proses pembentukan Komprehensif Partnership di tahun 2010. Dan pagi ini saya diskusi dengan Menlu Kerry tentang bagaimana kita meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di masa depan. Dalam konteks itu, kami siap untuk mendiskusikan tentang persiapan kunjungan Presiden Jokowi ke Washington DC tanggal 26 Oktober. Ini adalah waktu terbaik bagi Indonesia dan AS untuk duduk bersama dan mendikusikan hubungan kedua negara di masa depan," ujar Menlu Retno.
Pada bulan November 2010 Obama juga telah berkunjung ke Indonesia. Di Indonesia, di mana Obama menghabiskan 4 tahun masa kecilnya, dia juga berkunjung ke Masjid Istiqlal.
"Semangat toleransi beragama terdapat dalam konstitusi Indonesia, dan itu menjadi karakteristik dan inspirasi negeri ini," ungkap Obama saat itu.
(bag/nrl)










































