"Mereka mengapresiasi yang kami lakukan, mereka juga menyampaikan yang kami lakukan juga bagus. Dan kami berdiskusi mengapa ada kinerja penyidikan seperti itu. Dan kami sepakat memperbaiki informasi penindakan kasus korupsi dengan Bareskrim," kata peneliti ICW, Febri Hendri usai bertemu Kompolnas di Jakarta, Senin (21/9/2015).
Menurut Febri, ICW, Bareskrim, dan Kompolnas secara bersamaan akan membahas data penanganan kasus korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semebtara perwakilan Kompolnas, Edy Hasibuan menyampikan, pihaknya menyambut terbuka. Namun memang, banyak faktor yang menyebabkan kasus korupsi tak maksimal.
"Banyak faktor bila ada stagnan Polri dan Kejaksaan. Kalo KPK kan semua ada di sana. Polisi kan tidak terintegrasi dengan kejaksaan, jadi untuk 1 kasus bisa 5 kali bolak-balik sampe p21. SDM atau penyidik juga harus ditingkatkan, khususnya Polres, kalo Polda sih bagus. Apalagi nanti ada dana desa, itu kan yang nangani Polsek-Polsek," tutup Edy.
(dra/dra)











































