Di Riau Ada 189 Titik Panas, Penderita ISPA 30 Ribuan

Di Riau Ada 189 Titik Panas, Penderita ISPA 30 Ribuan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 21 Sep 2015 17:08 WIB
Di Riau Ada 189 Titik Panas, Penderita ISPA 30 Ribuan
Foto: Lokasi kebakaran lahan di Kampar, Riau (Chaidir Anwar Tanjung / Detikcom).
Jakarta - Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera terus berkurang selama 5 hari terakhir. Tetapi di Riau tercatat masih terdapat 189 hotspot.

"Hotspot di Riau mengalami peningkatan. Kebakaran hutan dan lahan marak terjadi di Pelalawan, Kampar dan Inhu. Taman Nasional Tesso Nelo pun terbakar. Ada dua hal penyebabnya yaitu api yang awalnya sudah padam kemudian menyala lagi, yang kedua karena pembakaran baru," ujar Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2015).

Meski demikian kualitas udara di Pekanbaru pada angka 136 atau sedang dibandingkan dengan Palembang 162 yang tidak sehat. Kemudian di Pontianak berada di angka 88 atau sedang, juga di Banjarbaru yang di level sedang yakni pada angka 136. Menurut Sutopo hal ini mengindikasikan secara umum kondisi mulai membaik.

"Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kalbar 21.130 jiwa, Kalteng 3.096 jiwa, Jambi 20.826 jiwa dan Riau 30.144 jiwa," papar Sutopo.

Dengan demikian Riau memiliki penderita ISPA terbanyak akibat asap kebakaran hutan ini. Sutopo juga memaparkan jarak pandang hari ini per jam 06.00 WIB adalah Pekanbaru 6.000 m, Padang 4.000 m, Jambi 400 m, Palembang 2.000 m, Pontianak 2.000 m, Ketapang 1.200 m, Sampit 100 m, Palangkaraya 200 m, Muara Teweh 1.00 m, Sanggu-Buntok 100 m, dan Banjarmasin 500 m.

Sutopo menegaskan bahwa penegakan hukum terus dilakukan oleh Polri dan PPNS. Di Kalimantan Tengah ada 48 kasus (3 korporasi, 45 orang tersangka), di Riau ada 68 kasus (21 korporasi, 47 orang tersangka), Sumsel ada 30 kasus (4 korporasi, 26 orang tersangka), dan Jambi ada 27 orang tersangka. (bag/nrl)


Berita Terkait