Melestarikan Badak Kalimantan, Walau Banyak Diyakini Sudah Punah

Melestarikan Badak Kalimantan, Walau Banyak Diyakini Sudah Punah

Salmah Muslimah - detikNews
Senin, 21 Sep 2015 15:12 WIB
Melestarikan Badak Kalimantan, Walau Banyak Diyakini Sudah Punah
Foto: PoolKehati badak di Way Kambas
Jakarta - Badak ada juga di Pulau Kalimantan. Jejak badak ini kerap hadir dalam cerita rakyat khususnya masyarakat Dayak yang tinggal di Kalimantan. Demikian juga dengan kenyataan bahwa ada anggota masyarakat yang memiliki organ tubuh badak sejak lama.

"WWF percaya dengan peran aktif pemegang izin konsesi melalui penerapan kaidah konservasi dan prinsip berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan kelestarian lingkungan hidup dan konservasi badak pada khususnya," ujar  Direktur Konservasi WWF Indonesia Dr. Arnold Sitompul, Senin (21/9/2015).

Survei bersama yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK); Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, Universitas Mulawarman (Unmul), Yayasan Badak Indonesia (YABI), dan WWF Indonesia pada akhir tahun 2013 sampai awal tahun 2014 berhasil merekam keberadaan badak melalui kamera jebak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemuan tanda-tanda keberadaan badak di Kalimantan awal tahun 2013 menjadi  momentum penting bagi dunia konservasi badak di Indonesia maupun dunia. Hal ini menjadi harapan di tengah prediksi mengenai menurunnya angka populasi badak di dunia.

Sejak itu pula, perlindungan populasi badak di Kalimantan menjadi perhatian serius. Pertemuan  di Balikpapan pada 21–22 September 2015, yang bertajuk 'Pertemuan Nasional Para Pihak untuk Upaya Konservasi Badak di Kalimantan dan Penyusunan Strategi Konservasi Badak di Kalimantan' bertujuan untuk menggagas langkah konkret sebagai upaya konservasi populasi badak yang teridentifikasi di Kutai Barat.

Di samping itu, dalam pertemuan ini juga akan disusun strategi konservasi badak di Kalimantan sebagai bagian integral dari strategi konservasi badak Nasional 2007 – 2017. Dr. Ir. Tachrir Fatoni MSc, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, mengingatkan dari 5 jenis badak yang ada di dunia, dua diantaranya hidup di Indonesia, yaitu Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) dan Badak Sumatera (Dicerhorinus sumatrensis).

"Kedua jenis tersebut kini hanya tersisa di Indonesia. Ini merupakan kebanggaan, tantangan dan tanggung jawab bagi kita semua," ujar Tachrir Fatoni MSc.  "Perlu komitmen dan peran serta pihak yang hadir dalam pertemuan ini untuk bersama-sama melakukan upaya konservasi bagipelestarian kedua jenis badak tersebut," tambahnya.

Sedang Bupati Kutai Barat, Ismael Thomas, mengeluarkan surat edaran dan himbauan kepada masyarakat dan jajaran pemerintah Kabupaten untuk turut membantu upaya penyelamatan badak di Kutai Barat.

"Saya menyambut gembira pertemuan ini dan berharap tumbuh kerjasama yang berkelanjutan dari para pihak yang hadir untuk melestarikan badak di Kalimantan khususnya di Kutai Barat," kata Ismael Thomas.

Keberadaan badak di Kutai Barat juga menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya masyarakat di Kampung Besiq,  yang selalu  aktif mendukung upaya konservasi badak di Kalimantan. Ini membawa harapan baru bahwa badak akan selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Kalimantan.

(slh/dra)


Berita Terkait