Dipanggil Bareskrim, Lulung Mengaku Diperiksa Terkait Kisruh PPP

Dipanggil Bareskrim, Lulung Mengaku Diperiksa Terkait Kisruh PPP

Aditya Maulana, Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Senin, 21 Sep 2015 14:47 WIB
Dipanggil Bareskrim, Lulung Mengaku Diperiksa Terkait Kisruh PPP
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana dipanggil Bareskrim Polri. Usai pemeriksaan, Lulung mengaku ditanya-tanya soal kisruh PPP, partai yang menaunginya.

"Saya kemari memberikan informasi mengenai kisruh PPP, semoga bisa segera islah dan segera diselesaikan dengan baik," kata Lulung saat ditemui sela-sela pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Pemanggilan dirinya ke Bareskrim Mabes Polri terkait jabatannya sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta. Penyidik, kata Lulung, baru bertanya tiga pertanyaan, salah satunya tentang kisruh kantor PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, ada laporan, laporannya ada 4 orang mau masuk ke kantor DPP PPP Djan Faridz, namun dicegah. Ternyata yang mau masuk ada 350 orang, dijagain, akhirnya rusuh," ujar Lulung.

Dia menambahkan, saat ini PPP akan mengikuti pilkada yang diadakan serentak pada 9 Desember 2015 nanti. Meski sudah terlambat dan tak bisa mengirim kader ke pilkada, Lulung tetap berharap dualisme PPP segera berakhir.

"Ini kan pecah dua pihak, mengapa bisa bikin partai tandingan. Kita kan mau menghadapi pilkada," lanjut wakil ketua DPRD itu.

Seperti diketahui, PPP mengalami perpecahan internal yang menyebabkan partai itu terbagi dua, yaitu kubu Djan Faridz yang merupakan ketua umum versi Muktamar di Jakarta dan kubu Romahurmuziy yang merupakan ketua umum versi Muktamar Surabaya. (tor/tor)


Berita Terkait