Acara dialog antara BNP2TKI dan para ratusan agensi TKI dilakukan di Ruang Pertemuan Riptaloka KBRI Singapura di Jalan 7 Chatzworth Road. Dalam dialog tersebut hadir Dubes Indonesia di Singapura Dr. Andri Hadi, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid dan Regional Head BNI di Singapura Fery Andajaya.
"Kita mengumpulkan para agensi lokal Singapura dan perwakilan buruh migran untuk membahas masalah hot dan aktual soal sallary didaction. Dimana para TKI seharusnya menerima uang sebulan 500 Dollar Singapura namun selama lima bulan ini hanya mendapat 50-100 Dollar Singapura saja dengan alasan utang berlebihan," ujar Nusron di Singapura, Senin (21/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya tidak seperti itu makanya kita mau tahu itu bagaimana. Di singapura ini ada 240 agensi dan tahun ini ada 130 ribu TKI Indonesia bekerja di Singapura. Jadi kita harus pastikan mereka menerima haknya dengan baik," terang Nusron.
Dilain pihak Dubes Indonesia untuk Singapura, Dr. Andri Hadi sangat menyambut baik kedatangan BNP2TKI. Karena dengan adanya dialog ini, pemerintah bisa membenahi persoalan pembiayan penempatan.
"Saya sangat menyambut baik BNP2TKI datang untuk membenahi biaya penempatan. Karena dampaknya ke sini rata-rata lari ke shelter karena akumalasi persoalan itu," terang Andri.
(spt/hri)











































