Pemerintah Hentikan Sementara Pengiriman TKI ke Timteng
Senin, 28 Feb 2005 18:28 WIB
Jakarta -
Pemerintah mulai 1 Maret-1 April 2005 akan memberhentikan untuk sementara pengiriman TKI ke Timur Tengah. Hal ini dilakukan untuk membenahi sistem administrasi yang difokuskan pada perlindungan terhadap TKI.Demikian disampaikan Direktur Perlindungan TKI dan BHI Deplu Ferry Adamhar dikantornya, Gedung Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Senin, (28/2/2005)."Mulai 1 Maret-1 April kita akan post-kan pengiriman TKI. Alasannya, untuk membenahi sistem administrasi yang kacau. Fokusnya adalah masalah perlindungan TKI, gaji yang tidak dibayar dan sebagainya. Selama ini banyak TKI yang tidak jelas keberadaannya. Ini diantaranya yang ingin kita benahi," kata Adamhar.Seperti diketahui, saat ini banyak TKI di Timur Tengah yang mengalami penyiksaan, pemerkosaan, tidak dibayar gajinya dan sebagainya."Sudah beberapa orang datang ke kantor saya membawa foto sanak saudaranya yang bekerja di Timur Tengah. Sudah tujuh tahun tapi belum ada kabarnya, apalagi mengirimkan uang. Saya rasa perlakuan terhadap TKI lebih baik di Malaysia dibanding di Timur Tengah," ungkapnya.Lebih jauh, Ferry mengatakan, Selasa, besok, pihaknya akan meresmikan enam lokasi pelayanan satu atap bagi TKI yang akan masuk kembali ke Malaysia secara sah."Enam lokasi itu antara lain Tangerang, Semarang, Lombok, Kupang, dan Pare-pare. Sebelumnya, sudah diresmikan lima lokasi pada 23 Februari yang lalu, yaitu Belawan, Dumai, Entikong, Nunukan dan Tanjung Uban. Saya harapkan kedepannya lokasi-lokasi ini dapat melayani kurang lebih 300 ribu TKI yang ingin kembali ke Malaysia," paparnya.Pelayanan satu atap terhadap TKI ini nantinya juga akan diberlakukan terhadap TKI reguler atau baru guna efesiensi, pemantauan yang lebih baik, dan pengkoordinasian perlindungan. "Pelayanan satu atap ini adalah embrio bagi TKI reguler," kata dia.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































