Diresmikan Jokowi, Bor Raksasa Pembelah Perut Jakarta Mulai Beraksi

Proyek MRT

Diresmikan Jokowi, Bor Raksasa Pembelah Perut Jakarta Mulai Beraksi

Ray Jordan - detikNews
Senin, 21 Sep 2015 11:54 WIB
Diresmikan Jokowi, Bor Raksasa Pembelah Perut Jakarta Mulai Beraksi
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) memasuki babak baru. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengeboran perut bumi untuk MRT di Senayan, Jakarta.

Jokowi tiba di lokasi, tepatnya di Bundaran Patung Pemuda Senayan, Jakarta, sekitar pukul 10.20 WIB. Jokowi didampingi Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan. Jokowi terlihat mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat dan helm kerja.

Begitu masuk lokasi acara, Jokowi langsung dibimbing Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Bustami, untuk melihat maket proyek MRT. Hadir juga Duta Besar Jepang, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis, dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. Terlihat juga Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.

Tampak pula, aparat keamanan dari unsur Kepolisian dan TNI menjaga lokasi. Jalur di sekitar area pengeboran tampak ramai lancar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Ini adalah peresmian mesin bor bawah tanah atau Tunnel Boring Machine (TBM) pertama untuk proyek MRT Jakarta, dari total 4 mesin yang akan dioperasikan. Mesin bor bernama 'Antareja' ini mulai beroperasi dari titik proyek MRT Patung Pemuda Senayan. Nama Antareja sendiri merupakan pemberian dari Presiden Jokowi.

"Mesin bor yang dioperasikan memiliki diameter kurang lebih 6,7 meter, total panjang sekitar 43 meter, dan bobot mencapai sekitar 323 ton, mulai dari bagian kepala (cutterhead) hingga bagian akhir (backup cars). TBM ini mampu melakukan pengeboran terowongan jalur bawah tanah MRT dengan kecepatan sekitar 8 meter per hari," ujar Dono saat menjelaskan ke Jokowi.

Dengan mesin TBM ini, masa pengerjaan konstruksi jalur terowongan bawah tanah MRT diperkirakan akan berlangsung mulai September 2015 hingga Desember 2016.

"Saya selalu sampaikan jangan menunda-nunda yang berkaitan dengan infrastruktur, karena semakin kita tunda akan semakin mahal harganya," kata Jokowi saat sambutan.

"Contohnya MRT, 26 tahun tidak diputus-putuskan. Kenapa? Yang dihitung-hitung untung ruginya. Sampai kapan pun pakai metode apapun pasti nggak akan ketemu untung. Ini kepentingan massal," tegas Jokowi lagi.

Jokowi mengatakan, sudah terjadi beberapa pergantian gubernur di DKI Jakarta, proyek ini belum juga diputuskan, hingga akhirnya saat dirinya memimpin DKI Jakarta proyek ini dimulai 10 Oktober 2013. Ia mengatakan, pembangunan transportasi massal tak akan mendatangkan keuntungan sehingga yang penting adalah soal subsidi dan alokasi subsidinya dari mana.

"Ini keputusan politik. Kalau di-etang-etung (terus dihitung-hitung) ya tidak akan untung," katanya.

Setelah memberi sambutan, Jokowi lalu menarik tuas sebagai tanda dimulainya pengerjaan bor raksasa. (jor/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads