Delegasi RI-AS Bahas Pelaksanaan IMET

Delegasi RI-AS Bahas Pelaksanaan IMET

- detikNews
Senin, 28 Feb 2005 18:06 WIB
Jakarta - Delegasi pemerintah RI dan AS akan memulai pembicaraan teknis mengenai pelaksanaan kembali kerjasama militer Indonesia Military Education and Training (IMET) pada bulan September mendatang. Hal ini ditegaskan Menteri Pertahanan, Yuwono Sudarsono mengomentari keputusan pemerintah AS yang membuka akan kembali Program Kerjasama Militer IMET. Amerika Serikat kemarin memutuskan untuk memulai lagi program pelatihan militer bagi personil-personil TNI yang dibekukan sejak 1992. "Sekitar September akan mulai ada pembicaraan teknis," demikian penjelasan singkat Menhan di kantor Presiden sebelum mengikuti rapat kabinet Senin sore (28/2/2005). Pernyataan tersebut menanggapi keputusan AS yang secara resmi membuka kembali bantuan pendidikan dan pelatihan bagi perwira militer indonesia yang selama ini dihentikan dengan alasan pelanggaran HAM. Program-program IMET dihentikan sejak 1992 ketika terjadi insiden Dili, Timor Timur, pada 12 November 1992. Ketentuan itu diperkuat lagi ketika TNI dicurigai berada di belakang kekerasan pihak pro-integrasi Timtim September 1999 setelah jajak pendapat.Menurut Menhan, pemerintah RI menyambut baik keputusan pemerintah AS tersebut. Ia berharap, usai mengikuti program IMET, para perwira muda TNI dapat menyusun dan mengembangkan sistem pertahanan yang khas Indonesia terutama sekali dalam hal kemampuan mengelola angkatan bersenjata dan manajemen pertahanan. "Bagi dephan yang penting adalah peningkatan kemampuan manajemen yang transparan dan efisien dalam penggunaan uang untuk bela negara," demikian Menhan. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads