Banyak warga setempat yang mulai menderita diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Bahkan karena udara Kota Kuala Tungkal yang dinyatakan tidak sehat, sudah 3 kali pemda meliburkan sekolah dalam bulan September ini. Kabut asap memiliki dampak yang cukup hebat bagi warga.
Hujan yang dinanti-nanti tak jua datang untuk membantu upaya pemadaman api. Di tengah usaha yang dilakukan pemerintah bersama pihak-pihak terkait berjibaku melakukan pemadaman hutan dan lahan, sebagian warga bersama anggota TNI/Polri di Kuala Tungkal membantu secara spritiual dengan melakukan salat Istisqa di halaman Kodim 0419/Tanjab, Sabtu (19/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itulah Kodim 0419/Tanjab menggelar sholat Istisqa di lapangan Makodim 0419/Tanjab. Gelar Shalat Istisqa, memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sehingga kesulitan warga akan kekeringan dan kabut asap bisa segera berakhir," sambungnya.
Salat Istisqa ini dihadiri oleh sekitar 470 orang dari berbagai kalangan seperti dari TNI/Polri, PNS, MUI, dan juga dari para pelajar sejumlah di Tanjung Jabung Barat. Salat sendiri diimami oleh M. Dahlan Al Hafiz, sedangkan khatib-nya adalah Drs. H. M. Sugeng Eddy Saputra.
Saat berkhutbah, Sugeng mengajak jamaah untuk berintrospeksi diri. Sebab menurutnya bencana yang datang merupakan sebuah bentuk teguran dan cobaan dari Tuhan.
"Kondisi yang terjadi saat ini bisa saja buah dari kelalaian yang telah dilakukan manusia. Untuk itu mari kita selalu berdoa kepada Allah SWT dan selalu istigfar dalam kondisi bencana kebakaran di wilayah Jambi khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Semoga diturunkan hujan sehingga bencana yang kita hadapi ini cepat berlalu," kata Sugeng dalam khutbahnya. (elz/imk)











































