Garuda Indonesia Sudah Terbangkan 82.871 Jemaah Haji ke Tanah Suci

Haji 2015

Garuda Indonesia Sudah Terbangkan 82.871 Jemaah Haji ke Tanah Suci

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 21 Sep 2015 02:54 WIB
Garuda Indonesia Sudah Terbangkan 82.871 Jemaah Haji ke Tanah Suci
Foto: Gagah
Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia sudah menerbangkan lebih dari 82 ribu jemaah haji ke Tanah Suci. Tingkat ketepatan penerbangannya pun cukup tinggi.

Berdasarkan keterangan dari Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar, keberangkatan pesawat Garuda Indonesia (GA 7280) menjadi penanda sebagai penerbangan kloter terakhir tahap 1. Pesawat yang membawa calon jemaah haji embarkasi Jakarta pada Kamis (17/9) sore itu telah mendarat di Jedddah, Arab Saudi pada Kamis malam waktu setempat. Kloter ke-39 calon jemaah haji tersebut pun tiba dengan selamat.

"Dengan terlaksananya penerbangan terakhir di Jeddah tersebut, maka tahap pertama musim haji tahun 2015/1436H ini, Garuda Indonesia telah menerbangkan total 82.871 calon jemaah haji dari rencana 83.175 jemaah, melalui sembilan embarkasi ke tanah suci dalam 210 kelompok terbang (kloter)," ujar Benny dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Minggu (20/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 304 jemaah batal berangkat dikarenakan penerbitan visa yang terlambat dan juga ada yang jatuh sakit. Untuk penerbangan haji phase keberangkatan tahun ini, ada 5 dari 9 embarkasi yang tercatat memiliki tingkat ketepatan penerbangan (OTP) dengan hasil istimewa mencapai 100 persen. Yakni embarkasi Banda Aceh, Balikpapan, Medan, Padang dan Lombok.

"Tingkat ketepatan penerbangan (On Time Performance - OTP) di tahap 1 sebesar 92.38 persen. Dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2015/1436H ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 11 pesawat yang terdiri dari 6 pesawat A33-300 (kapasitas 360 seat), 4 pesawat B-747 (kapasitas 455 seat) dan 1 B-777 (kapasitas 393 seat). Pesawat-pesawat tersebut rata-rata berusia muda dan di antaranya diproduksi pada tahun 2015," jelas Benny.

Garuda Indonesia pun dalam musim haji kali ini menyiapkan sebanyak 484 awak kabin di mana 70 persen di antaranya menurut Benny berasal dari daerah-daerah embarkasi. Hal tersebut merupakan bagian pelayanan yang dilakukan Garuda kepada para jemaah sebagai antisipasi kendala bahasa atau komunikasi. Mengingat sebagian jemaah haji hanya mampu berbahasa daerah.

Untuk phase kepulangan para jemaah ke Tanah Air atau penerbangan tahap II, rencananya akan dilakukan dalam 2 gelombang. Pertama pada tanggal 28 September-11 Oktober 2015 di mana jadwal penerbangan adalah untuk kepulangan para jemaah dari Jeddah. Sementara itu, untuk gelombang kedua akan dilaksanakan pada 12-26 Oktober 2015 yang merupakan kepulangan jemaah dari Madinah.

"Khusus mengenai barang bawaan, para jemaah haji diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang disepakati antara Departemen Agama dan Garuda Indonesia, yaitu barang bawaan tidak melebihi berat 32 kg, baik saat keberangkatan menuju Jeddah atau Madinah maupun kepulangan ke Tanah Air," tutur Benny.

Barang bawaan yang dimaksud terdiri dari kopor, satu tas tentengan di kabin dan tas paspor. Meski begitu jemaah haji tak perlu khawatir, pasalnya Garuda akan memberikan secara cuma-cuma lima liter air zam-zam kepada setiap jamaah di bandara demarkasi Indonesia.

"Garuda Indonesia mengimbau para jemaah tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain untuk dibawa ke dalam pesawat untuk mencegah tindakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan," Benny mengingatkan.

Jemaah haji juga diimbau agar tidak membawa barang berbahaya atau dangerous goods ke dalam pesawat, misalnya seperti kompor minyak, gas LPG, korek api, pisau, parang, dan gunting panjang. Larangan lainnya adalah hair spray atau parfum dalam tabung semprot. Garuda Indonesia juga meminta agar selama penerbangan, barang-barang elektronik agar dilepas baterainya.

"Ini demi keselamatan dan keamanan penerbangan serta kenyamanan bersama," tutup Benny. (elz/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads