Masih Trauma, Badar dan Dirman Belum Pulang dari RS Bhayangkara

ADVERTISEMENT

Masih Trauma, Badar dan Dirman Belum Pulang dari RS Bhayangkara

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 20 Sep 2015 22:10 WIB
Foto: Wilpret Siagian
Jakarta - Dua korban penculikan kelompok bersenjata di Papua, Badar dan Dirman, masih dirawat di rumah sakit. Keduanya disebut masih trauma.

"Masih di RS Bhayangkara Jayapura, secara psikologis masih trauma," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Teguh Puji Rahardjo saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2015).

Meski masih dirawat di RS, keduanya juga sambil dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Polisi masih terus mendalami untuk mengetahui mengenai kasus penyanderaan dan juga tentang kelompok bersenjata tersebut.

"Masih dirawat sekaligus di dalam. Kan sebagai korban perlu diperiksa sebagai saksi supaya diketahui pelakunya ciri-cirinya seperti, perlakuannya bagaimana," kata Teguh.

Pembebasan Dirman dan Badar yang telah disandera selama beberapa hari di dalam hutan itu dilakukan tanpa ada kekerasan. Tak ada kontak senjata yang terjadi antara PNG (Papua Nugini) Army dan kelompok penyandera.

"Tidak ada kontak senjata, dengan peralatan secara senyap. Lebih pada koordinasi. Mereka menggunakan teknis, kita manfaatkan ke tokoh-tokoh masyarakat," tutur Teguh.

"PNG juga sudah memberitahukan kepada masyarakat, jadi tidak ada tembak-tembakan. Pada saat mencari, PNG ketemu dengan korban. Nggak sempet ketemu penyanderanya," sambungnya.

Selama dalam penyanderaan Dirman dan Badar mengalami penyiksaan. Kedua pekerja pemotong kayu tersebut juga kekurangan asupan makanan karena dibawa berpindah-pindah dari satu titik ke titik yang lainnya. Setelah melalui diplomasi dan campur tangan berbagai pihak dari kedua negara, Dirman dan Badar akhirnya diserahkan kepada PNG Army melalui kepala desa setempat.

Tujuh pelaku yang melakukan penyanderaan informasinya sudah ditangkap oleh pihak PNG. Namun belum ada informasi detil mengenai penangkapan ataupun identitas pelaku.

"Itu informasi dari pemerintah PNG, bahwa itu katanya memang sudah ditangkap. Ya, 7 orang. Pemerintah PNG belum menyampaikan secara rinci. Kita masih menunggu konfirmasi lanjutan," tutup Teguh. (elz/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT