Kodam Cenderawasih: 7 Penyandera 2 WNI Sudah Ditangkap di Papua Nugini

ADVERTISEMENT

Kodam Cenderawasih: 7 Penyandera 2 WNI Sudah Ditangkap di Papua Nugini

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 20 Sep 2015 21:13 WIB
Foto: Wilpret Siagian
Jakarta - Kelompok bersenjata yang menyandera Dirman dan Badar masih buron meski 2 WNI tersebut telah berhasil dibebaskan. Para pelaku yang diduga merupakan kelompok separatis bersenjata Papua dikabarkan telah ditangkap.

"Itu informasi dari pemerintah PNG, bahwa itu katanya memang sudah ditangkap. Ya, 7 orang," ungkap Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Teguh Puji Rahardjo saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2015).

Namun sayangnya, Kodam Cenderawasih belum mendapat informasi lebih rinci lagi mengenai penangkapan ini. Pihak Papua Nugini masih belum memberikan informasi detil karena masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Pemerintah PNG belum menyampaikan secara rinci. Kita masih menunggu konfirmasi lanjutan. Masih diinterogasi mungkin ya, didalami motifnya apa, mereka itu siapa. Kami masih terus monitor," ucap Teguh.

Menurut Teguh, jika pelaku ada yang merupakan warga negara PNG, maka penyelidikan kasus akan dilakukan di Papua Nugini. Namun untuk pelaku dengan status WNI, nantinya PNG akan menyerahkannya kepada Indonesia.

"Kalau itu warga negara PNG itu tidak diserahkan ke kita, kalau itu warga negara Indonesia akan diserahkan ke kita. Kan sudah ada prosedurnya," kata Teguh.

Hingga saat ini Polda Papua disebut Teguh juga masih melakukan pengembangan. Kerjasama dan koordinasi masih terus dilakukan dalam upaya mengungkap penculikan di wilayah perbatasan RI-PNG ini.

"Pihak kepolisian masih melakukan pengembangan, kami memback up. Dari Polda Papua masih mendalami kepada korban, ditanyai seperti apa kemarin kejadiannya. Kami masih menunggu pendalaman dari pihak Polisi. Dari intelijen TNI juga sudah ada data, nanti kita koordinasikan," jelas Teguh.

Sebelumnya kedua korban, Dirman dan Badar, menyatakan ada 2 kelompok para pelaku. Satu kelompok berjumlah 7 orang dengan 6 orang di antaranya menenteng senjata. Sedangkan kelompok kedua berjumlah 10 orang dan bersenjata lengkap. Badar dan Dirman mengaku dibawa ke gunung dan hutan serta berjalan selama 11 jam.

"Saat disandera, kami dipaksa mengaku Papua merdeka," tutur Badar di RS Bhayangkara Jayapura, Sabtu (19/9). (elz/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT