BBM Belum Naik, Harga Sembako Sudah Membumbung Tinggi
Senin, 28 Feb 2005 17:53 WIB
Jakarta - Harga-harga sembako di sejumlah pasar tradisional saat ini sudah membumbung tinggi, meski pemerintah belum secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM. Kenaikan mencolok terjadi pada gula, telur, minyak, beras, bawang merah dan beberapa komoditi lainnya.Dari pantauan detikcom di Pasar Pramuka, Senin, (28/2/2005) harga-harga mulai naik sekitar 5-10 persen. Harga gula pasir yang semula Rp 4.500/kg menjadi Rp 5.800/kg dan minyak sayur yang semula Rp 4.500/liter menjadi Rp 5.500/liter.SEmentara harga beras yang semula Rp 2.100/lt menjadi Rp 2.700/liter, dan untuk harga beras Rp 1.800/lt naik menjadi Rp 2.400/lt. Demikian juga dengan beras yang semula Rp 2.200/lt menjadi Rp 2.800/lt."Sebenarnya kenaikan ini sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Hal ini karena di agennya (Pasar Kramat Jati) harga juga sudah mulai naik," kata Yusril, salah satu pedagang di Pasar Pramuka.Kenaikkan, lanjut dia, juga disebabkan menipisnya stok barang. Pasalnya, pihak agen tidak mendrop seluruh barang yang dipesan. "Misalnya, pesan 10 tapi yang dikasih lima," katanya. Namun diakui Yusril, meski harga-harga jual sembako membumbung tinggi, rata-rata pendapatan pedagang turun hingga 40 persen.Meski harga sembako mulai naik, harga-harga sayur mayur tidak mengalami kenaikan berarti, kecuali bawang merah yang melonjak cukup tinggi dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 8.000/kg.Sedangkan untuk buah-buahan ikut merambat naik, seperti jeruk yang semula Rp 8.000 menkadi Rp 9.000/kg, dan duku dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500/kg.Kenaikan harga juga terjadi di Pasar Jatinegara, di mana harga beras naik dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.000/lt, gula pasir dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000/kg, minyak sayur dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.300/lt, telur dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.200/kg, sagu dari Rp 95.000/bal menjadi Rp 120.000/bal dan bawang merah dari Rp 4.000 menjadi Rp 7.000/kg.Pembeli KecewaKenaikkan harga sembako ini cukup membuat pusing konsumen. Salah seorang pembeli, Ny. Raben berharap pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM agar harga sembako tidak semakin mencekik leher. "Kalau pun ingin dinaikkan jangan terlalu tinggi. Bagi kami rakyat kecil nggak sanggup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," katanya.Sebagai salah satu penggemar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ny. Raben mengaku sedikit kecewa dengan rencana kenaikkan BBM ini. "Ya, saya harap SBY bisa lebih merakyat lagi," tegasnya.Sementara itu, Ny. Yamin mengaku saat ini sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah. "Saya mah udah nggak percaya lagi sama pemerintah, ini mah pemerintah sudah nyengsarain rakyat mulu, apalagi katanya ada dana kompensasi. Itu mah bohong. Pokoknya jangan naik dulu," katanya dengan nada tinggi.
(umi/)











































