"Ini berasal dari berbagai grup Whatsapp dari organisasi pemuda, mubalig Betawi, dan lain-lain," kata salah satu mubalig Betawi, KH Wahfiudin, dalam sambutannya di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Minggu (20/9/2015). Acara deklarasi ini dihadiri oleh Adhyaksa Dault, pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 52 tahun lalu.
Sejumlah tokoh juga terlihat hadir dalam acara tersebut, seperti Mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Hendardji Soepandji, cendekiawan muslim Marwah Daud Ibrahim, mantan atlet Icuk Sugiarto, dan artis Olivia Zalianty.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Ahok jadi gubernur DKI sudah takdir, walaupun tidak terpilih karena dulu milihnya Jokowi," katanya.
Sebenarnya di grup chat para mubalig Betawi itu sempat muncul beberapa nama. Namun karena berbagai pertimbangan akhirnya para mubalig Betawi memilih menyatakan dukungan ke Adhyaksa.
"Di grup dulu banyak nama muncul kemudian mengerucut ke Adhyaksa Dault, sayang dulu Adhyaksa tidak tertarik. Tapi kami kemudian menjelaskan, ini bukan kepentingan pribadi tapi umat, oleh karena itu ini bukan deklarasi tapi kami berkumpul untuk mendaulat. Adhyaksa tidak mengajukan diri sendiri," pungkasnya.
Lalu apakah dukungan para mubalig Betawi bakal mengantar Adhyaksa jadi Gubernur DKI? (van/nrl)










































