Kunjungi Riau, Menteri LHK Terima Data Soal Kebakaran Hutan

Updated

Kunjungi Riau, Menteri LHK Terima Data Soal Kebakaran Hutan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Minggu, 20 Sep 2015 10:51 WIB
Kunjungi Riau, Menteri LHK Terima Data Soal Kebakaran Hutan
Foto: Chaidir Anwar Tanjung / Detikcom
Pekanbaru - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengunjungi langsung lokasi kebakaran hutan di Riau. Siti kemudian menerima laporan data soal kebakaran hutan dan memaparkan solusi untuk mengatasinya.

"Kita sudah belasan tahun untuk mempelajari soal kebakaran lahan ini. Tahu tidak, kalau record dari Sumatera, apakah itu dari posko, UPT dan berbagai instansi lainnya, kita dilaporin hanya 8.000 hektare luasan kebakaran," kata Siti dalam kunjungan kerjanya di lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Tambang, Kelurahan Rimbo Panjang, Kab Kampar, Riau, Minggu (19/9/2015).

"Laporan yang kita terima dari Sumatera hanya 8.000 hektare saja. Kita lihat betul secara keseluruhan dari foto satelit dengan ukuran 1,5 mm kali 1,5 mm, itu luasan kebakarannya mencapai 58 ribu hektare saat ini terjadi," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karo Humas Kementerian LHK Eka W. Soegiri mengungkapkan bahwa data yang diterima Menteri Siti dari posko, luas area kebakaran lahan dan hutan adalah 5.492,82 hektar di Sumatera dan 2.519,42 hektar. Sementara itu menurut citra satelit adalah 52.985 hektar di Sumatera dan 138.008 hektar di Kalimantan.

Karena itu, lanjut Siti, saat ini pemerintah sudah mengumpulkan segala bahan dalam mencari solusi permanen untuk mengatasi kebakaran lahan.

"Bisa jadi solusinya memberikan insentif ekonomi kepada masyarakat, apakah dalam bentuk agar tidak melakukan pembakaran. Termasuk juga mencarikan solusi untuk perusahaan," kata Siti.

Selain itu, solusi lainnya, diperkuat dalam menanggulangi bencana kebakaran. Mulai dari pemerintah daerah, pusat, masyarakat, Babinkantibmas, Babinsa sampai unsur ke pelosok desa. Ini salah satu solusinya," kata Siti.

Lantas apakah solusi itu bisa menjamin tahun depan tidak ada lagi kebakaran lahan?

"Kalau soal jaminan-jaminan seperti itu, tentunya saya tidak bisa menjamin. Kebayang ngga, kalau seluruh Indonesia terjadi seperti ini," kata Siti.

Soal kebakaran lahan dan hutan, kata Siti, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Semua pihak harus sama-sama memberikan jaminan untuk tidak melakukan pembakaran.

"Oleh karena itu, jaminan itu tidak bisa dari pemerintah sendiri, harus ada jaminan kita bersama," kata Siti. (cha/jor)


Berita Terkait