Orang bilang, beradabnya suatu kota bisa dilihat dari kondisi angkutan dan fasilitas umumnya. Bila sudah aman dan nyaman, cap sebagai kota maju dan beradap pun bisa dilekatkan terhadap kota tersebut.
Nah soal angkutan umum ini memang masih menjadi urusan yang mengganjal di Indonesia, khususnya di Jakarta. Meskipun transportasi darat yang tersedia di Ibu Kota terbilang lengkap, namun masih banyak terdengar keluhan masyarakat yang belum merasakan kenyamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama seperti Jakarta, jalanan di Shanghai juga acap kali macet pada jam pergi dan pulang kantor. Tetapi, untuk pelayanan serta fasilitas transportasi umumnya bisa diacungi jempol.
Tidak sedikit bus-bus kota yang beroperasi di sini bermerek terkenal seperti Mercedes-Benz. Bahkan ada juga merek Daewoo yang juga menjadi armada bus TransJakarta seperti yang detikcom lihat di depan Hotel Pudong Shangri-La, 33 Fucheng Road, Shanghai, Tiongkok, Sabtu (20/9/2015) pagi ini.
Bedanya, bus Daewoo di sini bisa dikatakan masih terawat dengan baik. Tidak ada kondisi kendaraan yang sudah tua apalagi tidak laik jalan beroperasi seperti yang kerap terlihat di Koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas).
Selain itu juga, setir kemudi berada di sebelah kiri. Jumlah kursi pun tertata menghadap ke depan dengan pola satu dan dua seat. Tidak banyak jumlah kursi dalam bus. Pintu bus pun berada di depan dan badan sebelah kanan.
![]() |
Menariknya lagi, jenis bus di Shanghai juga terbagi menjadi 9 kategori yang masing-masing melayani rute berbeda ditandai dengan nomor bus tersebut di bagian depan atas dan belakang bus. Adapun kesembilan kategori tersebut, yaitu bus reguler kota, bus yang melayani jam sibuk, bus malam, bus yang melintasi sungai, bus lama yang melintasi jembatan dan terowongan Sungai Huangpu, bus rute khusus, bus khusus rute Pudong New District, bus regular yang melayani hingga pinggiran kota dan bus suburban yang ditandai dengan karakter tulisan Mandarin mengenai nama stasiun atau terminal.
Untuk harga tiket setiap bus juga berbeda. Kategori bus reguler kota, bus jam sibuk, bus malam, bus lama yang melintasi jembatan dan terowongan Sungai Huangpu, bus khusus rute Pudong New District dan bus regular yang melayani hingga pinggiran kota dikenakan biaya tiket 1 yuan per orang dengan jarak tempuh sampai dengan 13 kilometer, lebih dari itu dikenakan 1,5 yuan. Sedangkan untuk bus yang ber-AC harganya mulai dari 2 yuan per orang.
Kategori bus yang melintasi sungai dan bus rute khusus harga tiketnya dihitung berdasarkan jarak minimal (kira-kira 8 mil perjalanan) seharga 1 yuan per orang. Tarif bus ber-AC dikenakan 2 yuan.
Sedangkan untuk bus suburban dikenakan tarif seharga jarak tempuh (kilometer) dengan harga minimum 1 yuan untuk bus umum maupun ber-AC. Masyarakat juga bisa menggunakan kartu Shanghai Public Transportationdi sejumlah rute, kecuali rute bus khusus dan suburban.
Menyoal sistem pembayaran bus, saat ini memang Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan PT Transportasi Jakarta tengah berencana mengubahnya menjadi rupiah per kilometer (Rp/Km). Sehingga, bus kopaja yang bergabung di bawah manajemennya bisa diseragamkan harga perjalanan dan paling penting pengguna tidak lagi dipungut biaya di dalam bus serta kebut-kebutan juga ngetem.
Selain itu, Ahok juga akan menambah jumlah armada bus TransJ agar jarak headway (antar bus) tidak terlalu lama. Ini diharapkan bisa mengurangi waktu tunggu penumpang di halte.
Akan tetapi, di balik itu semua yang paling terpenting adalah perawatan terhadap bus itu sendiri sehingga dapat melayani penumpang dengan baik dan memberi rasa kenyamanan. Diharapkan ke depannya para operator bus TransJ bisa lebih memperhatikan aspek tersebut agar tidak ada lagi kejadian bus terbakar ataupun mogok di tengah jalan. (aws/ega)












































