"Kita ini solid dengan kebersamaan," kata rekan Usman yang mengaku bernama Apoet Kalong (31) di RS Tarakan, Jl Kyai Caringin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2015).
Mereka siap mengantarkan secara konvoi sampai ke rumah duka. Rencananya, jenazah Usman akan disemayamkan di Jalan Matraman Salemba IX Jakarta Pusat, tempat Usman mengontrak rumah. Namun keluarga belum bisa memastikan apakah akan disemayamkan di tempat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Ini masih menunggu kepastian," kata Eki (42), driver Grab Bike perempuan yang bergelar Sarjana Hukum.
Saat ini, jenazah Usman masih dijahit untuk dimandikan. Barulah nanti jenazah dibawa ke tempat persemayaman selanjutnya. Eki memastikan, jenazah Usman akan dimakamkan secara Islam.
![]() |
Sebelumnya, kumpulan driver Grab Bike berkumpul di sepanjang Jalan Kyai Caringin dari RS Tarakan sampai perempatan Jalan Biak, arah Tomang. Namun kini untuk menghindari kemacetan, mereka dibagi titik tunggu di dua arah jalan.
Ada yang menunggu di Jalan Kyai Caringin arah Tomang, dan ada yang menunggu di Jalan Kyai Caringin arah Harmoni. Mereka bermaksud menunggu dan konvoi mengantarkan jenazah.
"Supaya enggak macet, kita bagi dua jalur menunggu," kata Eki.
Sejatinya mereka juga berniat mengantarkan mendiang Usman hingga ke pamakaman. Tetapi masih belum diketahui kapan dan di mana Usman akan dimakamkan. (dnu/bag)













































