"Asap sama pekatnya dengan daerah di Sumatera. Bahkan di sini mungkin lebih parah," kata Maulana Akbar (33), warga Palangkaraya, kepada detikcom, Sabtu (19/9/2015).
Maulana menyebut 2 pekan terakhir, sekolah diliburkan. Sementara aktivitas perkantoran tetap berjalan, tapi tidak maksimal. Asap menyelimuti kota. Tidak sedikit warga yang akhirnya sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalannya gelap karena asap. Jadi, perjalanan (Palangkaraya ke Banjarmasin) ditempuh lebih lama. Saya dan keluarga kemarin seperti itu," kata Maulana yang saat ini berada di Kebumen, Jawa Tengah.
Berdasarkan data Kemenhub, hingga hari ini 15 bandara terganggu asap pekat. Termasuk di antaranya Bandara Tjilik Riwut. Baca: 15 Bandara di Sumatera dan Kalimantan Masih Dikepung Asap Kebakaran. (try/faj)











































