"Pemondokan yang disediakan untuk para jemaah dinilai sudah sangat baik sebagaimana yang dijanjikan. Begitu juga layanan katering yang disajikan sudah memenuhi cita rasa Indonesia," ucap Saleh Daulay dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2015).
Saleh menuturkan, tim pengawas DPR RI sepanjang hari kemarin telah berkunjung ke pusat-pusat pemondokan jemaah haji di Mekkah. Tim dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing kelompok memeriksa dan mengawasi dua pusat lokasi pemondokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain melihat secara langsung, Tim Pengawas DPR juga mengadakan wawancara langsung dengan para jemaah. Pertanyaan yang diajukan sangat variatif, mulai dari pemondokan, katering, transportasi, air, kapasitas kamar, musholla, layanan kesehatan, bahkan ketersediaan dan kesigapan petugas.
Tim pengawas DPR berkeliling dan baru menyelesaikan tugasnya pada pukul 11.30 malam waktu Saudi. Dari hasil pengawasan itu, tentu tidak semuanya sempurna. Di sana-sini masih ada persoalan yang perlu diperbaiki agar penyelenggaran haji tahun depan lebih baik.
"Keluhan jemaah yang paling banyak adalah seputar ruang klinik yang belum standar dan obat-obatan yang terbatas, rotasi bis shalawat yang masih sering terlambat, dan keterbatasan jumlah petugas," paparnya.
Bis shalawat yang mengangkut jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram sering sekali padat dan datang terlambat. Tidak jarang jemaah haji ada yang menunggu antara 45 menit sampai 1 jam. Belum lagi bis shalawat itu dipakai oleh seluruh jemaah yang berasal dari berbagai negara.
Tak hanya itu, kekurangan yang perlu diperbaiki adalah petugas-petugas yang ada sering sekali dinilai belum memahami peta persoalan haji. Hal itu dikarenakan sebagian di antara petugas tersebut baru pertama sekali berangkat ke Saudi.
"Tentu mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Sementara, jumlah yang harus dilayani sangat banyak dengan berbagai persoalan yang dihadapi," ucap politisi asal Sumut itu.
(bal/dha)











































