Mula-mula Fitri memanjat rumah berlantai 2 di sekitar Sandratek, Jalan Ir Juanda, Ciputat, Jumat (18/9/2015). Ulahnya itu seketika membuat pengguna jalan macet di kedua arah karena rumah terletak di pinggir jalan dan bersamaan dengan jam pulang kerja.
Fitri tampak berjalan di sisi depan atap lantai satu rumah tersebut, kemudian berpindah ke ruko sebelahnya yang menjual ban. Dengan tenangnya dia berjalan di papan nama ruko tersebut, kemudian secara mengejutkan bergelantungan di sebuah besi dengan kaki di atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom |
Ulahnya itu membuat pengguna jalan berhenti dan berteriak-teriak. Namun gadis yang kerap disapa Pipit itu pun tetap dengan tenang berjalan hingga ujung papan nama ruko. Dari situ, dia bergeser ke rumah samping tempat bengkel ban, beberapa batu sempat dijatuhkan dan mengenai motor yang parkir.
Tak sampai di situ, dengan menginjak jendela lantai atas, Fitri memanjat atap ruko dan diam di atasnya. Aksinya membuat pengguna jalan makin banyak berhenti di pinggir jalan dan berteriak-teriak.
Ibu kandung Fitri, Marni menyebut bahwa anaknya ngambek karena anaknya ingin bertemu seseorang yang disebutnya Marsilia. Belakangan diketahui, dia adalah aktivis sosial di Tangerang Selatan yang biasa menangani Fitri.
Setelah tak kunjung turun, Marni meminta seorang wartawan untuk membujuk Fitri karena menurutnya Fitri mudah dibujuk oleh wartawan. Lalu setelah di dekati seorang wartawan, dia turun lewat pohon yang berada di samping.
"Anter ke rumah Bu Marsilia, Om," kata Pipit.
Sang ibu lalu menghubungi Marsilia, dari pembicaraan itu Pipit diminta menunggu di Polsek Ciputat untuk kemudian dijemput Marsilia. Atas permintaan ibu, maka diantarlah Pipit ke Polsek Ciputat. (bal/dhn)












































Foto: Muhammad Iqbal/detikcom