Penyelamatan WNI menjadi perhatian Presiden Jokowi. Di ujung telepon, Jokowi berbicara dengan PM PNG Peter O'Neill tentang operasi penyelamatan.
Jokowi dan para pembantunya mengerahkan segala daya upaya menyelamatkan warga Papua selama 6 hari. Penyelamatan ini juga bersih dari barter dengan kelompok bersenjara. "Jangan mengalah dari tekanan apapun," perintah Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 3 aksi Jokowi Cs:
1. Telepon PM PNG
|
Foto: Wilpret Siagian
|
"Presiden sudah melakukan pembicaraan pertelepon dengan PM PNG," jelas Menlu Retno Marsudi dalam jumpa pers di Pejambon, Jakarta, Jumat (18/9/2015). Pembicaraan dilakukan pada Kamis malam kemarin.
Pembebasan dilakukan pada Kamis malam pukul 19.35 waktu setempat. "Komunikasi intensif juga sidah dilakukan antara Indonesia dan PNG untuk pembebasan dua sandera," tutur dia.
Menlu Retno juga sudah berkoordinasi dengan Menlu PNG serta Panglima Tentara PNG. Ucapan terima kasih disampaikan atas bantuan yang diberikan.
Saat ini dua WNI itu sudah berada di KJRI Vanimo dan akan segera dibawa ke Jayapura.
2. Jangan Mengalah
|
Foto: Wilpret Siagian
|
"Instruksi Presiden, kita tidak pernah mau mengalah dengan tekanan tekanan siapa pun," ujar Menko Polhukam Luhut Panjaitan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan pemerintah Papua Nugini. Luhut mengaku belum mendapat informasi terkini terkait upaya pembebasan 2 WNI tersebut.
Yang jelas, Luhut kembali menegaskan bahwa tidak boleh mengalah dari tekanan dari pihak mana pun, termasuk kelompok separatis.
3. Tidak Ada Barter
|
Foto: Wilpret Siagian
|
Wapres JK, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dan Menlu menegaskan hal itu.
JK mengatakan pembebasan sandera ini adalah usaha bersama pemerintah Indonesia dsn PNG. "tentu dgn persteujuan ataupun perintah PNG," kata JK.
JK menegaskan tidak proses barter dalam pembebasan tahanan oleh kelompok OPM tersebut.
"Tidak ada sama sekali," tegas JK.
Halaman 2 dari 4











































