Tragedi Crane, Dubes Arab Saudi: Binladin Group Lakukan Kesalahan Besar

Tragedi Crane, Dubes Arab Saudi: Binladin Group Lakukan Kesalahan Besar

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 18 Sep 2015 16:48 WIB
Tragedi Crane, Dubes Arab Saudi: Binladin Group Lakukan Kesalahan Besar
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Jatuhnya derek (crane) di Masjidil Haram Arab Saudi menimbulkan korban jiwa, termasuk Warga Negara Indonesia. Pihak Arab Saudi menyatakan perusahaan pengembang telah melakukan kesalahan besar.

"Ada unsur kelalaian pihak pengembang. Itu kesalahan besar," kata Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak di Kantor Kedutaannya, Jl H R Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (8/9/2015).

Dia menjelaskan dalam jumpa pers, didampingi Konsulat Arab Saudi Turki Muhammad Al Waili serta penerjemah dari Indonesia. Duta Besar Mustafa menyampaikan keterangan sebagaimana disampaikan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski pengembang yakni Saudi Binladin Group melakukan kelalaian, namun pihak Saudi yang melakukan penyelidikan menyatakan tak ada dugaan unsur pidana.

"Yang Mulia Raja telah menelaah dengan seksama laporan komisi yang bertugas melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut yang menyimpulkan tidak adanya dugaan unsur pidana," kata Mustafa.

Penyebab utama dari jatuhnya crane itu adalah hantaman angin kencang pada kedudukan crane yang salah. Posisi crane menyalahi arahan dan aturan pengoperasian alat tersebut. Pihak pembuat crane telah menetapkan arahan sebagai berikut:

"Agar menurunkan penahan derek utama bagian depan pada saat alat tersebut tidak digunakan atau pada saat terjadinya hembusan angin kencang."

Membiarkannya tetap berdiri tegap merupakan tindakan salah. "Mereka (pihak pengembang) tidak melakukannya," kata Mustafa.

Pihak Binladin juga dinyatakan lemah dalam komunikasi dan pengawasan yang dilakukan penanggungjawab keselamatan proyek. Tak ada pula alat pengukur kecepatan angin saat penghentian pengoperasian crane.

Soal perkiraan cuaca angin kencang, sebelum kejadian, Lembaga Metereologi dan Perlindungan Lingungan Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan. Namun itu tak direspon oleh pihak Binladin.

"Ada kesalahan dalam pengoperasian itu (crane). Pemerintah Saudi melakukan penyelidikan, ini dikategorikan akibat kesalahan teknis dalam pengeoperasian," kata Mustafa. (dnu/mad)


Berita Terkait