"Kalau menang, akan melaksanakan selama limat tahun pada 2017-2022. Kontrak tidak boleh (selesai) di tengah jalan, apalagi loncat ke presiden dan wapres," kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015).
Riza tidak mau DKI Jakarta dijadikan batu loncatan untuk kemudian menyasar posisi yang lebih tinggi. Gerindra pun menyiapkan pakta integritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait koalisi, Riza menyebut kemungkinan kerjasama dengan semua partai terbuka lebar. Termasuk dengan PDIP yang kini menjadi partai pemerintah dan juga pemilik suara terbanyak di DKI.
"Di Jakarta, perolehan suara nomor 1 PDIP, Gerindra kedua. Dinamis, kita pernah capres dan cawapres (PDIP-Gerindra) pas 2009, kemarin berkompetisi. Jadi dinamis saja," ucap Wakil Ketua Komisi II DPR yang menangani pemerintah daerah.
(imk/tor)











































