Menurut Yorrys Raweyai, kedatangannya ke kantor Menkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat (18/9/2015), tidak ada agenda khusus. Ia mengaku mendapat undangan dari Luhut.
"Nggak ada apa-apa kok. Saya cuma diundang makan siang aja," ujar Yorrys di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya sempat disinggung dikit tadi. Ini masalah lama dari tahun 1959, ada Trikora. Jokowi turun pertama Desember lalu di sana dapat apresiasi luar biasa dari masyarakat sana," kata Yorrys.
Sebagai putera daerah Papua, Yorrys melihat tindakan separatis di Bumi Cenderawasih itu sebenarnya bisa diminimalisir. Namun perlu kerja keras dari pemerintah.
"Ini tergantung gimana diimplementasi dari pembantu-pembantu beliau, termasuk menteri. Pak Luhut paham sekali, di sana yang penting tegas aja. Pemerintah di sana harus tegas. Sporadis emang banyak di sana. mereka sandera minta duit, bilangnya otsus," jelas Waketum Partai Golkar kubu Agung Laksono itu.
Selain Yorrys, tampak juga politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Sama seperti Yorrys, anggota DPR RI Komisi III tersebut datang atas undangan Luhut.
"Saya diundang. Saya kan kenal Bang Luhut, saya tim bravo 5. Tim Sukses beliau. Ya biasa pertemuan rutin. Tetapi saya tadi juga memberikan apresiasi terhadap penanganan 2 penculikan WNI," tutur Ruhut dalam kesempatan yang sama. (ear/tor)











































