Keranda SBY-JK Rest in Not Peace Dibakar

Keranda SBY-JK Rest in Not Peace Dibakar

- detikNews
Senin, 28 Feb 2005 16:51 WIB
Jakarta - Setelah digotong oleh mahasiswa, keranda mayat SBY-JK akhirnya dibakar. Aksi pembakaran keranda tersebut menandakan matinya hati nurani SBY-JK. Aksi pembakaran keranda dilakukan sekitar 100 mahasiswa yang berdemo menolak kenaikan harga BBM di Istana Merdeka. Mereka datang sambil menggotong keranda mayat, bertuliskan Rest in Not Peace (Mati Penasaran) Hati Nurani SBY-JK. Keranda ditutup kain warna hitam tersebut digotong empat mahasiswa yang juga mengenakan pakaian serba hitam.Aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dari BEM Universitas Indonesia, Universitas Nasional Jakarta dan Universitas Islam Jakarta berlangsung sejak pukul 15.00 WIB. Tidak lama, aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia juga bergabung di depan Istana. Dalam orasinya, mahasiswa menolak kenaikan BBM yang menambah beban masyarakat. Mayoritas mahasiswa tampak mengenakan jaket almamater dan ikat kepala kuning bertuliskan We don't care SBY-JK.Di tempat yang sama, petugas kepolisian juga tidak mau kalah. Sambil mengawasi aksi demo mahasiswa di depan Istana, pihak aparat juga membentangkan 2 spanduk kuning bertuliskan : "Mereka bukan musuh, tetapi saudara-saudara kita yang sedang menyampaikan aspirasinya, layani dan linsungi sebaik-baiknya." Spanduk tersebut dipasang di depan taman Monas. Spanduk lainnya, dengan ukuran 1x5 meter bertuliskan: "Jangan gunakan kekerasan yang hanya akan menimbulkan masalah baru". Sementara, setelah membakar keranda pertanda matinya hati nurani SBY-JK, para aktivis BEM mulai meninggalkan Istana. Mereka memilih pulang. Padahal sebelumnya mereka merencanakan akan menunggu rapat sidang kabinet yang di gelar di Istana, sore ini. Para mahasiswa sepakat pulang dengan membonceng 3 buah metro mini. Sebelumnya, aksi yang sempat memacetkan lalu lintas di jalan Medan Merdeka Utara ini berangsur-angsur lancar. Para pendemo sempat memakai hampir 1/3 badan jalan. Sekarang tinggal para aktivis dari KAMMI yang bertahan. (dni/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads