Menyentuh, Kisah Gelombang Solidaritas Go-Jek

Menyentuh, Kisah Gelombang Solidaritas Go-Jek

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2015 12:25 WIB
Menyentuh, Kisah Gelombang Solidaritas Go-Jek
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Jalanan di Jakarta mendadak hijau. Suara mesin menderu dan klakson bersahutan saat ribuan driver Go-Jek konvoi mengantarkan Gunawan korban sopir Kopaja brutal ke peristirahatan terakhir.

Itulah salah satu insiden memilukan yang dialami 'Keluarga' Go-Jek. Gunawan dan istrinya Lilis Lestari tewas ditabrak Kopaja 612 di depan Wisma Yakyf, Jl Warung Buncit pada Rabu 16 September. Sedangkan putra Gunawan, Aldo kritis.Penabrak Gunawan sekeluarga adalah Budi (27). Budi mengaku kesulitan mengerem karena remnya terganjal botol air. Budi yang berstatus tersangka ditahan di Satlantas Polres Jaksel.

Solidaritas driver Go-Jek digalang melalui Whatsapp. Sekejap mata, massa Go-Jek bergerak secara bergelombang dari penjuru Jakarta. Mereka mungkin tidak saling mengenal, tapi disatukan oleh semangat persaudaraan yang tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa Go-Jek juga menggalang bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan. Tidak hanya itu, mereka selalu ada dan siap berbagi bila ada rekan yang tertimpa musibah.


Berikut 3 kisah menyentuh itu:

1. Galang Bantuan

Foto: Ahmad Masaul/detikcom
Para driver Go-Jek bergiliran mendatangi RSCM untuk menjenguk Aldo, anak Gunawan driver Go-Jek yang ditabrak Kopaja ugal-ugalan. Mereka menyumbang uang untuk membantu biaya pengobatan Aldo yang tidak sedikit.

Di antara driver Go-Jek itu adalah Heru, Sumantri dan Toni. Mereka berasal dari kelompok Go-Jek Seniman Jalan Protokol. "Cuma bertiga ke sininya, soalnya yang lain sudah gantian datangnya," kata Heru usai menjenguk Aldo di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).

Heru dan kawannya datang sekitar pukul 15.20 WIB, mereka lalu masuk ke Ruang Tindakan IGD tempat Aldo dirawat. Mereka tidak lama di dalam sana karena Aldo butuh istirahat. "Aldo sudah siuman dan bisa diajak ngobrol," kata Heru.

Selain menjenguk mereka juga membawa uang sumbangan dari para rekan Go-Jek Seniman Jalan Protokol. Sumbangan itu sebesar Rp 1.009.000.
"Kasih sumbangan tadi buat Aldo," ucap Heru. Usai menjenguk, Heru dan kawan-kawan pergi meninggalkan RSCM.

Aldo rencananya akan menjalani operasi di bagian kepala.

2. Mengantar ke Peristirahatan

Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Konvoi driver Go-Jek yang memenuhi Jl Warung Buncit bergerak. Mereka memutar dan menuju ke arah pintu Tol Mampang. Para pengendara Go-Jek ini ingin mengantarkan jenazah rekannya, Gunawan, yang ditabrak sopir Kopaja 612.

Sekitar pukul 20.10 WIB, Rabu (16/9/2015), konvoi driver Go-Jek yang awalnya memenuhi Jl Warung Buncit di ruas menuju Ragunan, bergerak ke arah depan. Di putaran balik depan Graha Inti Fauzi mereka berbalik arah ke arah utara atau ke arah Mampang. "Kita mau nganter sampai pintu tol di Mampang," kata seorang driver Go-Jek bernama Karman.

Ambulans berwarna abu-abu melintas dengan kecepatan kurang lebih 50 km per jam dan diikuti rombongan Go-Jek dengan kecepatan yang mirip-mirip lantas bergerak ke arah Mampang. Jalanan sudah relatif kosong setelah sebelumnya sudah ada tim 'penyapu' yang mengamankan jalan dengan mengibarkan bendera warna kuning. Setelah rombongan Go-Jek melintas situasi di Jl Warung Buncit kembali ramai lancar di kedua arah.

Jenazah Gunawan, driver Gojek yang terlibat kecelakaan di Warung Buncit dibawa ke Lampung untuk dimakamkan. Jenazah Gunawan dibawa melalui jalur darat. "Iya dibawa ke Lampung malam ini, telah selesai disalati," kata kerabat Gunawan, Lilis, di rumah duka.

Ribuan pengemudi Go-Jek sebelumnya konvoi mengantar kepergian Sugeng Riyadi yang tewas akibat kecelakaan berkonvoi dari Jl Asem Baris menuju pemakaman Menteng Pulo. Mereka mengantarkan driver Go-Jek bernama Sugeng yang meninggal dunia karena kecelakaan pada Senin (24/8) sore.

3. Suarakan Keadilan

Foto: Rengga Sancaya
Ribuan driver Go-Jek menuntut agar sopir Kopaja yang menabrak Gunawan dan istri dihukum setimpal.

"Kami ingin sopir Kopaja dihukum berat," jelas Pama, sopir Go-Jek, yang ikut datang dari Kebayoran Baru ke kediaman Gunawan di Pulo Kalibata, Pancoran, Rabu (16/9/2015) malam.

Pama bersama massa Go-Jek memang geram dengan ulah sopir Kopaja yang kini ditahan polisi. Gunawan dihantam saat mengendarai motor hingga terpental dan meninggal. Istrinya yang hamil 8 bulan bersama bayi di kandungannya juga meninggal. Sedang anak korban yang berusia 8 tahun dirawat dalam kondisi kritis.

"Harus ada hukuman yang setimpal," jelas Pipit, driver Go-Jek dari Cijantung.

Tuntutan yang sama dilontarkan pengemudi Go-Jek saat rekan mereka Yudi menjadi korban pemukulan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Anton mengaku mengetahui informasi tersebut dari grup sesama driver Go-Jek di WhatsApp. Begitu mendengar informasi tersebut, ia langsung meluncur ke Polsek Tanah Abang untuk memberi dukungan kepada korban.

"Kita inisiatif ngumpul sebagai solidaritas sesama Go-Jek meskipun belum kenal," ujar Anton yang berkumpul di Polsek Tanah Abang. Mereka masih menunggu kelanjutan penyelidikan polisi. Selain itu, para sopir Go-Jek juga menanti Yudi yang masih dirawat di RS Pelni. Belum ada keterangan resmi dari Polsek Tanah Abang terkait hal ini.

Halaman 2 dari 4
(aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads