Nikmati Pemandangan Alam Timor Leste dengan Secangkir Kopi Letefoho

Nikmati Pemandangan Alam Timor Leste dengan Secangkir Kopi Letefoho

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 18 Sep 2015 06:57 WIB
Nikmati Pemandangan Alam Timor Leste dengan Secangkir Kopi Letefoho
Foto: Rengga Sancaya
Dili -  Timor Leste merupakan sebuah negara yang baru saja mengecap kemerdekaannya dari Indonesia. Walau baru merdeka 13 tahun silam, telah banyak perubahan yang terjadi di negara yang berada di kawasan timur Indonesia tersebut.

Detikcom beruntung mendapat kesempatan untuk melihat perubahan Timor Leste dari dekat. Bersama rombongan Citilink media tour, awak media berkesempatan berkunjung ke negara tersebut dan mendarat mulus di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato, Kamis (17/9).

Penerbangan Citilink menuju Timor Leste dapat ditempuh dari Jakarta dengan transit terlebih dulu di Denpasar, Bali. Setelah itu pesawat kembali terbang menuju Dili yang merupakan ibukota negara Timor Leste.

"Sejauh ini Timor Leste memang belum masuk dalam  ICAO (International Civil Aviation Organization), sehingga untuk flight international mereka kerja sama dengan Citilink," ujar Manager Flight Citilink Dili-Denpasar, Syed Abdul Rahman di sela-sela media Tour Timor Leste bersama Citilink, di Dili, Timor Leste.

Usai mendapat penjelasan singkat, rombongan kemudian dibawa untuk menikmati pemandangan indah alam Timor Leste sembari menjelaskan beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang negara kecil itu.

"Sebagai negara baru, jumlah penduduk kami mencapai 1.600.000 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2013. Untuk bahasa disini kami kesehariannya menggunakan bahasa Portugal. Mayoritas agama disini adalah Katolik," ujar tour guide dari Timor Air, Platao Lebre.

Meski menjadi warga negara Timor Leste, Platao mengaku tak fasih berbahasa Portugal. Ia sendiri sempat mengenyam pendidikan di salah satu universitas di Yogyakarta, sehingga dalam kesehariannya sebagai tour guide, dia kerap menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

"Saya sendiri tidak begitu fasih berbahasa Portugal jadi tolong dimaafkan. Keseharian kami berkomunikasi dengan bahasa Portugal, tapi ada beberapa bahasa yang kami mengerti yaitu Bahasa Inggris, Portugal, Indonesia," tuturnya sembari tertawa.

Dalam tur tersebut, jejak peninggalan Timor Leste yang dulunya pernah menjadi sebagai salah satu provinsi di Indonesia masih dapat dilihat. Seperti bandara International Presidente Nicolau Lobato yang dahulu merupakan pangkalan udara militer TNI AU.  Meski telah lama merdeka dari Indonesia, tak sulit untuk menemukan warung makan ataupun toko elektronik serta properti milik orang Indonesia.

"Di sini masih orang Indonesia yang membuka toko, mereka biasanya China-Surabaya. Memang pemerintahan kita sendiri tengah membuka tangan untuk para investor," paparnya.

Meski masih merasakan sisa peninggalan Indonesia, pada nyatanya Timor Leste telah menjadi negara sendiri dengan struktur pemerintahan Presiden dan Perdana Menteri. Untuk perdagangan sendiri, Timor Leste masih menggunakan dollar US sebagai mata uang.

"Negara kami tengah berkembang, pemerintah sedang fokus dalam pembangunan infrastruktur, meski dalam kenyataannya progres pembangunan belum dirasa. Seperti bandara sendiri sejak tahun 2009 akan direnovasi tapi sampai sekarang masih seperti itu," paparnya.

Beberapa peninggalan bangunan Indonesia pun kini telah direnovasi menjadi kantor kedutaan. Namun tak sedikit BUMN Indonesia yang melakukan investasi di Timor Leste.

"Provider sendiri disini masih bisa menggunakan kartu telepon selular dari Indonesia, sementara untuk bahan bakar kita masih menggunakan Pertamina. Untuk pembangunan infrastruktur sendiri kita juga bekerja sama dengan BUMN konstruksi dari Indonesia," kata Platao.

Sebagai Ibukota Negara, Dili memiliki wilayah yang tak begitu luas, walaupun begitu, pemandangan alamnya patut diancungi jempol. Selain memiliki keindahan alam dengan pantai dan pemandangan barisan bukit yang menghijau, ada satu ciri khas yang musti anda coba saat mengunjungi Timor Leste, yakni menikmati pemandangan Timor dengan secangkir kopi khas Timor Leste yang dikenal dengan nama kopi Letefoho.

"Satu hal yang enak disini adalah kopi. Timor Leste terkenal dengan kopi Letefoho, saya tidak tahu apakah gerai kopi di Indonesia memajang kopi Letofoho atau tidak, tapi kalau di Australia tepatnya di Melbourne gerai kopi di sana lebih menyukai bijih kopi dari Timor Leste yang bernama Letefoho," jelas Platao.

Walaupun tak memiliki alasan khusus, Platao mengatakan masyarakat Timor Leste sendiri jarang ke kafe untuk menikmati secangkir kopi. Menyeruput kopi dilakukan masyarakat di rumah masing-masing dikelilingi kehangatan dan canda tawa keluarga. Karena bagi mereka, kopi adalah simbol kekeluargaan.

"Jadi kalau kopi disini, jarang sekali orang Timor Leste untuk menikmatinya di coffee shop karena kalau kata orang tua, kopi itu adalah lambang persaudaraan," jelas Platao.

(rni/fdn)


Berita Terkait