Mega Minta PDIP Hati-hati Revisi UU KPK, ini Kata Menkum Yasonna

Mega Minta PDIP Hati-hati Revisi UU KPK, ini Kata Menkum Yasonna

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 17 Sep 2015 19:47 WIB
Mega Minta PDIP Hati-hati Revisi UU KPK, ini Kata Menkum Yasonna
Yasonna Laoly (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kader PDIP berhati-hati merevisi UU KPK. Menkum HAM Yasonna Laoly yang juga merupakan politikus PDIP meminta agar revisi UU ini dipercepat.

"Itu usulan DPR. Masih menunggu. Nanti saya minta supaya segera kita bahas. Tentunya DIM (daftar inventarisasi masalah) dari fraksi akan masuk. Saya sudah minta lebih cepat lebih baik," kata Yasonna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).

Yasonna juga mengulang wejangan Megawati agar kader PDIP berhati-hati terkait masalah korupsi. Bahkan, PDIP tidak segan-segan langsung memecat kadernya yang korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bu mega menekankan itu. Jangan main-main. Anggota fraksi jangan bermain-main soal uang ini. Beliau mengingatkan sekali. Kalau tidak, kamu akan saya pecat, jangan sampai nangis,"

Sebelumnya diberitakan, PDIP menggelar rapat kerja fraksi di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakpus. Ada 3 hal penting yang ditekankan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri kepada fraksi.

"Ada 3 revisi undang-undang yang ditekankan oleh Bu Ketum. Ini arahan. Pembahasannya malam nanti," kata Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto di DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).

3 RUU tersebut adalah revisi UU Keamanan Nasional (Kamnas), revisi UU Pertanahan agar dikembalikan segaris dengan UU Agraria tahun 1962 dan revisi UU KPK.

"Kita diminta berhati-hati sekali tentang revisi UU KPK," ujar Bambang.

Ada sekitar 100 orang anggota fraksi yang hadir dalam rapat kerja tersebut. Selain itu hadir juga sejumlah menteri dari kalangan PDIP seperti Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkop UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkum HAM Yasonna Laoly dan Kepala BKKBN Fasli Djalal. (imk/fdn)


Berita Terkait