"Pertama, penerapan sanksi dan kedua, kita mengajak. Kenapa sih ugal-ugalan? Kan ngejar setoran. Untuk memutus rantai itu, Pak Gubernur menerapkan sistem rupiah/km. Harus," kataΒ Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah usai menghadiri jumpa pers soal aplikasi Uber di Kantor Dishub, Jl Taman Jati Baru, Gambir, Jakpus, Kamis (17/9/2015).
(Baca:Tertibkan Kopaja Nakal, Ditlantas Polda Metro Buat Satgas Tatib)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Deal) dengan Kopaja juga sudah ada. Mungkin APTB pun saya suruh masuk (jalur TransJ). Supaya masyarakat yang mengejar bus atau angkutan umum, bukan angkutan umum yang mengejar masyarakat," ucapnya.
"Insya Allah jika ini diterapkan masalah akan sedikit berkurang, masalah ugal-ugalan. Jadi santai saja, ada penumpang nggak ada penumpang, headway-nya 7 menit sekali langsung jalan," tambah Andri.
Kopaja ugal-ugalan sudah memakan banyak korban. Terakhir adalah Kopaja 612 yang menabrak keluarga driver Go-Jek yang terdiri dari Gunawan, istrinya Lilis Lestari yang sedang mengandung 8 bulan dan Aldo pada Rabu (16/9/2015) kemarin di depan Wisma Yakyf, Jl Warung Buncit. Gunawan tewas di tempat sementara Lilis dan bayi dalam kandungannya meninggal saat berada di RS JMC. Sedang Aldo kritis. (slm/nrl)











































